Profil AKBP Rosana Albertina Kapolres Gunungkidul
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi memimpin Polres Gunungkidul dan memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan serta sinergi dengan masyarakat.
Aktivitas anak-anak bermain layanan di Alun-Alun Wonosari. Kamis (24/8/2023) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menaikkan tarif sewa pemakaian Alun-Alun Wonosari. Kebijakan ini tertuang dalam Raperda tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang telah mendapat persetujuan bersama dengan DPRD Gunungkidul.
Data dari draf raperda tersebut, Alun-Alun Wonosari menjadi salah satu fasilitas publik yang bisa dipersewakan. Untuk besaran tarif sewa terbagi menjadi tiga kategori.
Kategori bisnis uang sewa per harinya mencapai Rp4,3 juta. Tarif ini menjadi yang termahal karena untuk kategori sosial dipatok Rp600.000 dan kategori non bisnis Rp950.000 per harinya.
BACA JUGA: Perkuat Layanan Air Bersih, 6 Kalurahan di Gunungkidul Digelontor Rp2,4 Miliar
Daftar sewa ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan yang berlaku pada saat sekarang. Sesuai dengan Perda No.1/2016 tentang Perubahan Atas Perda No.9/2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, untuk kegiatan sosial dipatok Rp200.000 per hari.
Adapun sewa untuk kegiatan non bisnis dipatok Rp250.000 dan kegiatan bisnis sebesar Rp2 juta per harinya.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Setda Gunungkidul, Jatmiko Sutopo membenarkan adanya penyesuaian tarif sewa Alun-alun Wonosari. Hal ini tertuang dalam Raperda tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
“Kenaikan sudah disepakati bersama dengan DPRD Gunungkidul,” kata Jatmiko kepada wartawan, Kamis (24/8/2023).
Menurut dia, raperda yang telah disepakati bersama belum bisa diundangkan karena harus melalu evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. Rencananya aturan baru tentang tariff sewa ini berlaku mulai Januari 2024 mendatang.
BACA JUGA: LPG 3 Kg Hanya untuk yang Terdaftar, Pemerintah Segera Survei Masyarakat Miskin
“Sekarang masih dalam proses untuk dilakukan evaluasi ke kementerian terkait,” katanya.
Disinggung mengenai kenaikan tarif sewa, Jatmiko mengakui besarannya tidak serta merta langsung ditetapkan. Ia berdalih, prosesnya sudah melalui kajian yang mengacu pada Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP).
“Jadi ada proses kajian terlebih dahulu dan setelah ada besarannya juga harus mendapat persetujuan bersama dari Dewan. Semua proses sudah dilalui,” katanya.
Ketua Pansus Raperda tentang Pajak dan Retribusi Daerah, DPRD Gunungkidul Sumaryanta mengatakan, pembahasan raperda sudah selesai. Ia juga tidak menampik ada sejumlah kenaikan tarif retribusi.
Selain kenaikan tiket masuk pariwisata pantai, juga ada kenaikan biaya sewa Alun-Alun Wonosari. Untuk detail dari kebijakan ini akan lebih diperjelas dalam peraturan bupati sebagai petunjuk pelaksana teknis dalam implementasi perda.
“Nanti akan diatur mengenai kelas bisnis dibatas, didalam perbub juga mengatur tentang mana yang boleh menyewa dan mana tidak boleh,” katanya.
Untuk diketahui Alun-Alun Wonosari masih dalam proses revitalisasi. Penataan ini sudah dilakukan sejak 2022. Adapun tahun ini pengerjaan untuk pemerataan lapangan dengan nilai pengerjaan sebesar Rp551,3 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi memimpin Polres Gunungkidul dan memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan serta sinergi dengan masyarakat.
Daftar 15 mobil matic bekas di bawah Rp100 juta per 15 Oktober 2026, mulai Mazda CX-5 Rp55 juta hingga Honda Brio Rp99 juta.
Pemkab Kulon Progo mengalokasikan Rp102,16 miliar untuk pelayanan publik pada 2026, dengan prioritas perbaikan jalan kabupaten, jembatan, irigasi, infrastruktur
Baningsih Tedjokartono mengaku bergabung dengan PSI setelah diminta Jokowi dan berencana maju sebagai caleg pada Pemilu 2029.
Agrinas mengungkap 159 manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri menjelang operasional serentak 8.000 koperasi desa.
Hasil lab kasus dugaan keracunan MBG di Selo, Boyolali, menemukan bakteri E. coli, sedangkan kadar histamin pada udang masih normal.