Waze Uji Fitur Lampu Lalu Lintas, Saingi Google Maps
Waze mulai uji fitur lampu lalu lintas di aplikasi. Simak fungsi, keunggulan, dan perbedaannya dengan Google Maps.
Ikan lele yang dijual oleh Priyadi, salah satu pedagang di Pasar Bantu, Kamis (23/5)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul menargetkan produksi perikanan sepanjang 2023 sebanyak 13.800 ton. Target produksi tersebut terdiri dari ikan tangkap laut maupun ikan budi daya.
"Target produksi perikanan kita tahun ini totalnya sebanyak 13.800 ton, dengan produksi tertinggi itu ikan lele," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Istriyani di Bantul, Kamis (16/11/2023) dilansir Antara
Dia menjelaskan, dari target produksi perikanan tersebut, 50 persen diantaranya adalah ikan lele, kemudian sebagian kecil ikan budidaya lainnya seperti nila dan gurame, sedangkan perikanan tangkap laut diantaranya layur, dan bawal.
Menurut dia, ikan lele menjadi produksi andalan Bantul karena merupakan komoditas yang mudah dibudidayakan ketimbang jenis ikan tawar lainnya. Budi daya lele di Bantul umumnya dengan kolam kotak maupun bulat.
"Produksi lele kita setahun hampir di angka 7.000 ton per tahun, jadi hampir 50 persen. Hasil perikanan tersebut dijual ke pasar bebas, ada yang keluar Bantul, bahkan luar DIY, namun tidak sampai ke luar Jawa," katanya.
BACA JUGA: Konsumsi Ikan Masyarakat Bantul Masih Rendah
Lebih lanjut dia mengatakan, produksi perikanan di Bantul didukung adanya kelompok nelayan sebanyak 24 kelompok yang melaut di sepanjang pantai selatan Bantul, sementara kelompok pembudi daya ikan sebanyak 400-an kelompok tersebar di seluruh Bantul.
"Untuk tahun depan (2024), target produksi perikanan naik sekitar 10 persen dari tahun ini, memang tidak signifikan, karena hanya ada 24 kelompok nelayan, kemudian pembudi daya ikan sekitar 400-an kelompok," katanya.
Dia mengatakan, berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi perikanan diantaranya dengan regenerasi nelayan agar jumlah nelayan semakin bertambah, kemudian mengenalkan teknologi padat tebar tinggi pada kolam perikanan budi daya.
"Artinya teknologi budi daya perikanan sudah ditemukan, dan itu tidak rumit, jadi produksi ikan budi daya itu ditingkatkan dengan menambah luas lahan, juga menambah padat tebar per satuan luas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Waze mulai uji fitur lampu lalu lintas di aplikasi. Simak fungsi, keunggulan, dan perbedaannya dengan Google Maps.
Jalur Singolangu Gunung Lawu kembali ramai menjelang Suro. Jalur klasik ini menyimpan sejarah, petilasan, dan tradisi lereng Lawu.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan ringan pada Senin, termasuk Yogyakarta, Semarang, dan Serang.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai AS-Iran telah tercapai. Selat Hormuz disebut akan dibuka kembali dan blokade laut dicabut.
Harga emas Pegadaian 15 Juni 2026 stabil. Emas Antam Rp2,82 juta per gram, UBS Rp2,709 juta, dan Galeri24 Rp2,696 juta.
Askab PSSI Sleman periode 2026-2030 resmi dilantik dengan fokus pada pembinaan usia dini, tata kelola organisasi, dan peningkatan kualitas kompetisi.