10 Kota Terbaik di Dunia 2026 Versi Oxford Economics, New York Masih Nomor 1
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Ilustrasi leptospirosis./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan terus mewaspadai peningkatan kasus leptospirosis di wilayahnya. Sebab, sampai September 2023, masih ada enam warga yang meninggal karena leptospirosis.
Data di Dinas Kesehatan Sleman mencatat hingga September 2023 ada 58 kasus leptospirosis. Dari jumlah tersebut ada enam warga meninggal dunia karena penyakit yang biasa mengancam para petani. Adapun dari enam warga yang meninggal dunia tersebut di antaranya terjadi di Kapanewon Moyudan, Minggir, Sleman dan Ngemplak.
BACA JUGA : 22 Kasus Leptospirosis Ditemukan di Jogja, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kebersihan
Sub Koordinator Kelompok Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Seruni Angreni Susila mengatakan, meski saat ini angka kasus leptospirosis di wilayahnya mengalami penurunan pada beberapa bulan terakhir, pihaknya tetap mewaspadai adanya peningkatan kasus. Apalagi, leptospirosis biasanya baru diketahui setelah penyitas melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas dan rumah sakit.
"Memang tidak setinggi dibandingkan pada pertengahan tahun. Namun, kami tetap mewaspadai kemungkinan peningkatan kasus. Apalagi risiko kematian dari penyakit ini sangat tinggi,” katanya, Minggu (19/11/2023).
Lebih lanjut Seruni menyatakan, berdasarkan data yang ada, beberapa kapanewon yang rawan terhadap penyebaran kasus leptospirosis. Kawasan barat, ada Kapanewon Moyudan, Gamping dan Minggir, sedangkan di kawasan timur ada Kapanewon Prambanan, Kalasan dan Ngemplak. Sebab, di kawasan tersebut, terdapat lahan pertanian, dekat dengan aliran sungai, dan merupakan vektor penyebaran tikus.
"Sementara penyakit ini kan masuk masuk ke dalam tubuh manusia, lewat bekas luka dan genangan air yang terkontaminasi bakteri leptospira," katanya.
"Untuk itu kami minta petani dan warga untuk alat pelindung diri (APD) berupa boot atau sarung tangan karet ketika berkebun, ke sawah maupun ke kolam dan mencuci tangan dan kaksi dengan sabun setelah terkena kotoran," ujarnya.
BACA JUGA : 16 Kasus Leptospirosis Ditemukan di Kota Jogja dalam 3 Bulan Terakhir
Selain itu, Dinkes, kata Seruni telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman untuk mencegah penyebaran leptospirosis. DP3 Sleman mengintensifkan pemberantasan vektor tikus dengan mengoptimalkan keberadaan burung hantu. "Karena keberadaan burung hantu ini efektif untuk mengurangi dan mencegah hama tikus," ucap Seruni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.