Advertisement
Banyak Hiu Tutul Terdampar di Pantai DIY imbas Perubahan Iklim? Begini Penjelasan BKSDA DIY
Hiu Paus Tutul terdampar di pantai Parangtritis, Kamis (16/11/2023) pagi. - Istimewa/SAR Satlinmas Parangtritis
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sepanjang 2023 ini sudah lebih dari lima kali insiden hiu tutul terdampar di pantai selatan DIY. Semua hiu tutul yang terdampar itu mati tak terselamatkan.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.106/2018 menyebut hiu tutul sebagai satwa yang dilindungi. Meskipun dilindungi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY terbatas kewenangannya untuk memastikan hiu tutul tak terdampar lagi.
Advertisement
Kepala Seksi Konservasi I BKSDA DIY Banjar Agung menjelaskan kewenangan konservasi ikan bersirip yang dilindungi berada di Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Jadi kami selama ini hanya melakukan pantuan saja dan koordinasi dengan Tim SAR yang bertugas jika ada yang terdampar,” jelasnya, Senin (20/11/2023).
Selain itu, Banjar menyebut pihaknya juga sudah sering mengadakan sosilisasi ke kelompok-kelompok nelayan. “Sosialisasi itu bertujuan memberikan pemahaman terhadap ikan-ikan mana saja yang tidak boleh ditangkap karena dilindungi,” ungkapnya.
Pantuan BKSDA DIY, jelas Banjar, menjelaskan kebanyakan hiu tutul yang terdampar karena tersangkut jaring dan tersesat mencari sumber makanan. “Sepertinya kalau dari pantauan kami tidak ada kesengajaan dari nelayan-nelayan untuk menangkap hiu tutul, kebanyakan yang ada terdampar begitu saja lalu mati. Setelah mati pun masih utuh tidak ada yang dikonsumsi,” katanya.
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Lagi, Seekor Hiu Tutul Kembali Terdampar di Pantai Selatan Bantul
Penyebab tersesat mencari sumber makan, menurut Banjar, hasil analisa Tim SAR. “Kalau dari kami belum ada kajiannya mengapa banyak hiu tutul terdampar, kemungkinan dampak perubahan iklim juga ada. Tapi belum dapat kami pastikan karena kalau itu perlu kajian yang lebih detail,” terangnya.
Banjar berpesan jika menemukan hiu tutul atau ikan dilindungi lainnya terdampar agar disampaikan ke Tim SAR. “Agar dapat diselamatkan, karena sifatnya dilindungi. Jangan diperlakukan dengan dilukai atau semacamnya,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
SAR Fokus Cari 9 Korban Jatuhnya ATR 42-500 di Bulusaraung
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Beroperasi Normal Minggu 18 Januari 2026
- SIM Keliling Jogja Januari 2026, Ada Layanan Malam di Alun-Alun Kidul
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal SIM Keliling Bantul Januari 2026, Ini Lokasi dan Waktunya
- Cuaca DIY Minggu 18 Januari 2026: Jogja Hujan Lebat, Sleman Petir
Advertisement
Advertisement



