Advertisement

Dorong Percepatan Transformasi Digital, Kemkominfo RI Sosialisasi Aplikasi Sigmon di Jogja

Yosef Leon
Kamis, 23 November 2023 - 13:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Dorong Percepatan Transformasi Digital, Kemkominfo RI Sosialisasi Aplikasi Sigmon di Jogja Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo RI Wayan Toni Supriyanto memberikan sambutan sekaligus membuka acara sosialisasi pusat monitoring telekomunikasi, Pos dan informatika, Kamis (23/11 - 2023) di Jogja (email)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika dan Pusat Monitoring Telekomunikasi Pos dan Penyiaran (PMT) menyosialisasikan aplikasi signal monitoring (sigmon) Kamis (23/11/2023). Tujuannya untuk mendorong percepatan transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia.

Sosialisasi ini dilakukan bertahap dengan pertama kali digelar di Jakarta menyasar 100 Dinas Kominfo kabupaten/kota, kemudian bergeser ke Jogja dengan jumlah peserta yang sama, selanjutnya akan digelar di Bali, Sumatera dan Sulawesi. Tujuannya agar semakin banyak pengguna aplikasi sigmon, sehingga Kemkominfo bisa memantau kecepatan layanan internet.

Advertisement

BACA JUGA: Jokowi Tanggapi Soal Status Ketua KPK Firli Bahuri sebagai Tersangka

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo RI Wayan Toni Supriyanto menjelaskan, aplikasi sigmon sudah bisa diunduh di Play Store dan App Store. "Pada saat digunakan aplikasi ini otomatis melaporkan daerah mana yang bagus dan tidak akan muncul di dashboard kita, sehingga kita bisa memantau kualitas layanan internet khususnya seluler di Indonesia," katanya.

Wayan menerangkan, sampai sekarang cakupan layanan internet 4G di Indonesia sudah mencapai 98 persen. Memang masih ada beberapa wilayah yang masuk ke area blankspot, tetapi seluruh pemukiman yang ada pelanggaran disebut dia sudah terlayani dengan kualitas internet 4G. "Memang ada daerah pemukiman yang sedikit dan memang belum ada sinyalnya itu namanya 3T. Banyak yang blankspot itu di perkebunan dan secara kualitas kontur alam tidak bisa ditembus," jelasnya.

Menurut Wayan, aplikasi sigmon ini berfungsi sebagai pendeteksi awal. Ketika semakin banyak yang menggunakan, maka pihaknya akan semakin mudah melakukan penetrasi secara real time untuk mengetahui kualitas layanan internet seluler di sejumlah wilayah. "Makanya kita sosialisasi ke Pemda, Pemkab dan Pemkot harapannya pegawai mereka bisa memakai dan membantu," jelas dia.

Direktur Pengendalian Pos dan Informatika Kemkominfo RI Dany Suwardany menyebut, sosialisasi kali ini diikuti oleh kabupaten/kota dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Barat dan juga Kalimantan Timur. "Unsur dari pemerintah kan kita prioritaskan. Nanti mereka bisa sosialisasi kepada masyarakat untuk kebutuhan kami, karena kami kan memonitoring terhadap koridor servis dari penyelenggara telekomunikasi khususnya seluler, nanti manfaatnya tentu ke masyarakat karena di situlah kami bisa melihat dan evaluasi terhadap kehandalan sistem mereka," jelasnya.

BACA JUGA: Begini Aturan dan Syarat Menteri, Gubernur dan Bupati Bisa Kampanye

Ketua Tim Pusat Monitoring Telekomunikasi Indra Apriadi menyampaikan, sigmon sekarang sudah dilengkapi pula dengan fitur baru yang berfungsi untuk mengetahui sinyal siapa saja dan penyelenggara fixed broadband apa saja yang ada di titik tertentu. Pihaknya berharap dengan adanya tambahan fitur itu masyarakat semakin tahu dan bisa memperoleh informasi yang mumpuni sehingga lebih tertarik dengan aplikasi ini.

"Tindak lanjut penyelesaiannya saat kami menerima sampel data itu tergantung dari masalahnya. Jadi ada yang cepat ada juga yang tidak," ungkapnya.

Indra menambahkan, cakupan layanan mobile broadband sekarang mencapai angka 96,84% area pemukiman di Indonesia telah terlayani 4G dan 2,50% area pemukiman telah terlayani 5G. Sedangkan untuk layanan fixed broadband didukung oleh kabel laut sepanjang 116.133 km dan kabel serat optik di darat sepanjang 654.387,98 km serta sebanyak 1.757.640 titik optical distribution point (ODP).

Berdasarkan data hasil pengukuran monitoring kualitas layanan (QoS), rata-rata kecepatan internet di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2021 rata-rata nasional kecepatan download sekitar 21,51 Mbps, pada tahun 2022 meningkat menjadi 33,48 Mbps dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 38,91 Mbps. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Manchester City Pepet Liverpool di Puncak Kalsemen Liga Inggris

News
| Senin, 04 Maret 2024, 09:57 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement