Gunungkidul Evaluasi Wisata Sepi, Embung Sriten Disiapkan untuk Camping
Bupati Gunungkidul meminta destinasi wisata yang sepi dievaluasi, mulai dari Embung Sriten hingga pantai dan gua, sesuai potensi kawasan.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—DPD PDIP DIY mengaku tak mempermasalahkan dengan ditetapkannya Gibran Rakabuming Raka yang merupakan Cawapres pasangan Prabowo Subianto sebagai panglima pemenangan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk wilayah Jawa Tengah-DIY.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Totok Hedi Santosa menyampaikan partainya yang mengusung Ganjar-Mahfud sebagai Capres-Cawapres sudah cukup solid, sehingga tidak mempermasalahkan Gibran ditunjuk sebagai panglima pemenangan atau apapun bersama koalisinya. "Gibran atau siapa mau jadi panglima, kami ini mengusung Ganjar-Mahfud dan sudah memiliki tim yang sangat solid," kata Totok, Kamis (23/11/2023).
Totok pun mengingatkan bahwa Jawa Tengah-DIY sudah lama dikenal sebagai kandang banteng atau salah satu basis terbesar suara dari partainya.
Dengan demikian penunjukan Gibran sebagai panglima pemenangan tentu tidak mudah untuk merebut suara di kawasan tersebut. "Jateng mau digoncang enggak mudah lah. Itu kan ilusi saja mau goncang. Itu ilusi kelompok sana saja bahwa dia ingin merebut suara Jateng. Dipersilakan, mari kita berkompetisi secara fair," jelasnya.
Penunjukan Gibran sebagai panglima pemenangan KIM tidak lepas dari sosoknya yang dinilai sebagai representasi generasi muda.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Iklan Prabowo-Gibran Melibatkan Anak-Anak, Ini Penjelasan Komandan Tim Kampanye
Pencalonan dan penunjukan putera sulung Presiden Jokowi itu diharapkan bisa mengamankan suara generasi milenial di wilayah Jateng-DIY.
Totok juga memastikan apa yang dilakukan partainya dengan generasi milenial membuat kelompok itu cukup banyak yang bergabung dengan tim sukarelawan dan pemenangan. Dengan begitu PDIP DIY optimistis suara di Jateng-DIY tetap bulat untuk Ganjar-Mahfud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul meminta destinasi wisata yang sepi dievaluasi, mulai dari Embung Sriten hingga pantai dan gua, sesuai potensi kawasan.
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.