Advertisement

Ratusan Kayu Terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman Bakal Dilelang

Catur Dwi Janati
Senin, 27 November 2023 - 18:47 WIB
Ujang Hasanudin
Ratusan Kayu Terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman Bakal Dilelang Kontraktor pembangun tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman bersiap melakukan pengecoran di area Ring Road Trihanggo. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan gelondongan pohon terdampak tol bakal dilelangkan. Pohon-pohon tersebut akan dilelangkan bersama pohon hasil pemangkasan Dinas Lingkungan Hidup di berbagai titik. 

Sebelumnya ratusan pohon di area ring road Trihanggo yang terdampak tol Jogja-Solo terpaksa dibongkar. Di sisi lain, DLH juga melakukan pemangkasan sejumlah pohon yang rawan tumbang atau bahkan sudah mati mendekati musim penghujan. 

Advertisement

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman, Junaidi menjelaskan nantinya pohon terdampak tol maupun pohon rawan yang dipangkas akan dilelangkan. Sementara saat ini aset berupa kayu tersebut tengah dititipkan di bangunan workshop Dinas PUPKP Sleman. Pelelangan akan dilakukan oleh DLH dan BKAD. 

"Dilelang [hasil tebangan], ini mau dilelangkan. Sekarang sudah numpuk cukup banyak. Di samping pemangkasan kita, kemarin kan ada juga pemotongan dari jalan tol kan banyak. Itu dikumpul di sana kemudian setelah ini mau dilelangkan," kata Juanidi dikutip pada Senin  (27/11/2023). 

Junaidi tidak mengingat secara pasti jumlah gelondongan yang dihasilkan dari pemangkasan pohon terdampak tol. Hanya saja jumlah pohon yang dipangkas mencapai 250 pohon. 

Lebih-lebih satu pohon yang ditebang bisa menjadi beberapa gelondongan kayu. "ya bisa dua, satu, bisa tiga [gelondongan]," imbuhnya.  

Lelang nantinya digelar secara terbuka. Kayu yang dilelangkan beragam mulai dari diameter 20-50 senti. Jenisnya juga bervariasi, dari mahoni hingga trembesi. 

BACA JUGA: Dampak Proyek Tol Solo-Jogja, Ring Road Dilebarkan, Begini Kondisi Pengalihan Lajur

Namun tak semua hasil penebangan pohon diamankan. Dalam proses penebangan, bila ada daun maupun ranting kecil yang diminta warga, maka DLH akan memberikannya. Selama itu hanya daun dan ranting kecil, bukan kayu utamanya yang akan dilelangkan.  

"Kalau yang daun sama ranting kecil-kecil siapa yang minta dikasih. Karena kita belum punya tempat untuk mengolah daun-daun," tuturnya. 

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani menerangkan sebanyak 250 pohon peneduh atau perindang di jalan ring road dipastikan terdampak tol Jogja-Solo Seksi 2. Pohon-pohon yang kena imbas pembangunan tol merupakan pohon yang berada di tengah jalan ring road termasuk pohon yang terletak di utara maupun selatan jalan. "Itu [pohonnya] besar, kecil, sedang, jumlahnya segitu, 250," kata Epi.

"Tiga sisi [pohonnya] kanan, kiri, tengah. Itu pohon yang membentang dari barat fly over Jombor sampai tikungan Ngawen," imbuhnya.

Merujuk kondisinya, pohon-pohon yang terdampak pembangunan tol tidak memungkinkan ditanam lagi di tempat lain. Segingga pohon-pohon tersebut ditebang menjadi gelondongan.

"Enggak hidup kalau kaya itu, sulit. Terus kalau mau mindah, pindah di mana, tempatnya juga enggak ada. Yang ditebang pohonnya dikumpulkan di gudang," ujarnya. 

Meski dipastikan ditebang, pihak pembangun tol akan mengganti pohon yang terdampak dengan bibit pohon yang baru Jumlahnya paling tidak sesuai dengan jumlah pohon yang terdampak.

BACA JUGA: DLH Sleman Memasang Alat Pengolah Sampah di Tamanmartani

Adapun bibit pengganti yang diusulkan DLH adalah bibit pohon tabebuya. Kriteria ukurannya, bibit tabebuya yang diserahkan nantinya paling tidak harus memiliki ketinggian 3-4 meter dengan diameter 5-10 sentimeter. (Catur Dwi Janati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Manchester City Pepet Liverpool di Puncak Kalsemen Liga Inggris

News
| Senin, 04 Maret 2024, 09:57 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement