Advertisement

DP3P2KB Dorong Perempuan di Sleman Melek Politik

Jumali
Kamis, 30 November 2023 - 22:17 WIB
Mediani Dyah Natalia
DP3P2KB Dorong Perempuan di Sleman Melek Politik Edukasi politik yang melibatkan sejumlah organisasi perempuan, Kamis (30/11/2023) di Kantor DP3P2KB Sleman. - Harian Jogja/Jumali

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak, dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan edukasi politik yang melibatkan sejumlah organisasi perempuan, Kamis (30/11/2023) di Kantor DP3P2KB Sleman.

Lewat edukasi politik ini diharapkan perempuan paham politik dan mampu meningkatkan partisipasi politik perempuan di Pemilu 2024.

Advertisement

Baca Juga: Kesbangpol DIY Gelar Pendidikan Politik untuk Perempuan

Kepala DP3P2KB Sleman, Wildan Solichin mengatakan perempuan memegang peran penting dalam proses politik elektoral, baik sebagai peserta pemilu maupun partisipasi pemilih. Oleh karena itu, edukasi terhadap perempuan untuk melek politik perlu dilakukan.

"Untuk itu kami libatkan organisasi perempuan. Kami ingin ajak mereka untuk melek politik," kata Wildan.

Baca Juga: Keterwakilan Perempuan dalam Politik Telah Dihitung sesuai Standar Mematika

Menurut Wildan, perjuangan hak politik perempuan tidak mesti dilakukan oleh kaum hawa. Namun, juga bisa dilakukan oleh laki-laki yang memiliki keinginan untuk memperjuangkan hak perempuan. Oleh karena itu, edukasi politik untuk perempuan perlu dilakukan, agar prespektif terkait hak perempuan dimiliki oleh perempuan. Apalagi saat ini keterwakilan perempuan di kursi dewan utamanya di Sleman belum memenuhi kuota 30% keterwakilan.

"Untuk kegiatan ini, kami mengambil tema Antipolitik Uang. Agar perempuan memiliki pemahaman untuk lebih rasional. Kami dorong mereka untuk tidak memilih karena uang," lanjut Wildan.

Baca Juga: Kesbangpol Sleman Dorong Partisipasi Perempuan dalam Politik

Sementara Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar lebih menitik beratkan mengenai peran efektif perempuan dalam mencegah terjadinya politik uang di masa kampanye. Diharapkan, perempuan memiliki prespektif dan mendorong masyarakat anti politik uang di wilayahnya.

"Goalnya, nanti mungkin bisa mendirikan desa anti politik uang (APU)," ucap Arjuna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement