Advertisement

Dukung Inklusivitas, UKDW Peringatan HAKTP Dorong Pemberdayaan Perempuan

Media Digital
Jum'at, 01 Desember 2023 - 19:37 WIB
Mediani Dyah Natalia
Dukung Inklusivitas, UKDW Peringatan HAKTP Dorong Pemberdayaan Perempuan GKBRAA Paku Alam saat jadi pembicara utama dalam seminar yang diselengarakan UKDWbertajukEmpowerHER without Violencepada Kamis (30/11/2023). (Harian Jogja - Triyo Handoko)

Advertisement

JOGJA—Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menggelar seminar bertajuk EmpowerHER without Violence pada Kamis (30/11/2023). Seminar itu untuk memperingati 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) dan Hari Disabilitas Internasional.

UKDW berkomitmen untuk terus menjadi kampus yang inklusif yang ditandai dengan peluncuran Pusat Studi Disabilitas dan Desain Inklusi.  Komitmen menjadi kampus inklusi itu terus diupayakan dengan mengadakan seminar tersebut.

Advertisement

Rektor UKDW Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T. menyampaikan kampusnya sudah lama memikirkan pendirian Pusat Studi Disabilitas dan Desain Inklusi. “Meskipun tidak mudah, kami harus memaksa diri untuk mewujudkannya. Kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk menyiapkannya. Inklusif dan disabilitas merupakan bagian dari visi UKDW,” terangnya saat sambutan.

Wiyatiningsih menjelaskan inklusivitas yang terus diupayakan UKDW sudah sejak lama diusahakan. “Disabilitas dan inklusif bukan hal yang baru, kami sudah memulai dengan berbagai kegiatan seperti KKN Tematik Inklusif. Selain itu akan ada pendampingan untuk teman-teman disabilitas di Sedayu,” terangnya.

Dalam konsep pengembangan UKDW sebagai Sustainable Entrepreneurial Research University, menurut Wiyatiningsih, juga dilakukan dengan memasukan nilai-nilai inklusivitas tersebut. “Kami sedang membangun UKDW menjadi Sustainable Entrepreneurial Research University yang di dalamnya ada nilai inklusif dan keberlanjutan,” katnaya.

Sementara itu dalam seminar tersebut juga dihadiri GKBRAA Paku Alam sebagai pembicara utama dalam pemberdayaan perempuan dan difabel. “Sebelumnya juga dilakukan Deklarasi Antikekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di DIY yang bertempat di Bangsal Kepatihan ini menunjukan komitmen berbagai pihak untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan,” tuturnya.

GKBRAA Paku Alam menyebut diperlukan kesungguhan dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan. “Dibutuhkan dedikasi yang tinggi bagi para pelaksana kegiatan dan perancang kebijakannya. Jika melakukan sesuatu harus dengan senang hati dan tulus ikhlas, khususnya dalam hal pendampingan terhadap penyandang disabilitas. Kesungguhan hati sangat diperlukan jika ingin mencapai suatu impian,” tukasnya.(***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Konser Kali Kedua di Jakarta, Ed Sheeran Gunakan Music Performer Visa

News
| Senin, 04 Maret 2024, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement