Tekan Sampah Visual, Wali Kota Jogja Pilih Komunikasi dengan Pelaku Vandalisme
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memilih komunikasi dan pembersihan untuk menekan vandalisme serta sampah visual di sejumlah lokasi.
Pasien ODGJ - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Tingginya jumlah pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bantul berbanding terbalik dengan ketersediaan jumlah dokter spesialis kejiwaan alias pskiater. Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, Agus Tri Widiyantara menyebutkan, di Bantul hanya ada kurang dari 10 dokter spesialis kejiwaan.
Selain itu jumlah psikolog klinis di puskesmas-puskesmas di Bantul juga kurang. Berdasarkan data Dinkes Bantul saat ini ada 2.720 pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bantul tahun 2023. Dari jumlah tersebut saat ini ada sekitar 75 persen pasien ODGJ yang telah mandiri, dan sisanya belum mandiri. Sementara saat ini hanya ada 8 psikolog klinis yang ditempatkan di puskesmas Kabupaten Bantul.
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, Agus Tri Widiyantara menyampaikan idealnya setiap puskesmas memiliki satu orang psikolog klinis. Namun, menurut dia, saat ini dari 27 puskesmas di Kabupaten Bantul hanya ada 8 psikolog klinis yang bertugas secara bergilir dari satu puskesmas ke puskesmas lainnya.
BACA JUGA: Dampak Longsor di Banyumas, KA Tujuan dan Keberangkatan di Jogja Dialihkan lewat Semarang
“Idealnya di tiap puskesmas ada tenaga psikolog klinis. Ternyata untuk mencari psikolog klinis tidak mudah. Kami sudah punya 8 [psikolog klinis] yang kita tempatkan di 16 puskesmas, jadi seminggu mereka tiga hari di puskesmas pertama, tiga hari di puskesmas kedua,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Bantul, Senin (4/12/2023).
Dengan mekanisme tersebut, menurut Agus setidaknya diperlukan 6 psikolog klinis lagi, sehingga total ada 14 psikolog klinis sehingga tiap psikolog klinis dapat bertugas di dua puskesmas dalam seminggu.
Sementara menurutnya saat ini pelayanan psikiater atau dokter spesialis kejiwaan di Kabupaten Bantul hanya dapat diakses di beberapa rumah sakit. Sehingga bagi pasien gangguan jiwa dapat meminta rujukan dari puskesmas setempat untuk dapat mengakses layanan psikiater.
Saat ini menurut Agus jumlah psikiater pun sangat terbatas. Saat ini hanya ada kurang dari 10 orang psikiater di Kabupaten Bantul. Jumlah tersebut tersebar di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, RSUD Panembahan Senopati, dan RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan pelayanan rawat inap bagi pasien gangguan jiwa saat ini hanya ada di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito. Sementara RS lainnya belum memiliki ruang inap khusus bagi pasien gangguan jiwa.
“Sementara di RS Panembahan Senopati ada dokter jiwa, namun ruang perawatan khusus jiwa belum ada. Jadi nanti kalau perlu perawatan rawat inap akan kita konsertasikan di RS Harjolukito,” katanya.
Ke depan menurut dia, Pemkab Bantul berencana untuk menyediakan ruang perawatan pasien gangguan jiwa di RS Panembahan Senopati.
“Kami nanti optimalkan RS yang ada saat ini mungkin ke depan nanti kita dorong RS Panembahan Senopati agar menyediakan ruang perawatan untuk pasien jiwa, namun mungkin jangka panjang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memilih komunikasi dan pembersihan untuk menekan vandalisme serta sampah visual di sejumlah lokasi.
Kasus KPK menyoroti HGB. Simak pengertian, jenis tanah, jangka waktu, hingga hal yang perlu diperiksa sebelum bertransaksi.
Googlebook mulai membuka pre-order 21 September 2026. Simak jadwal, vendor pembuat, fitur Gemini, integrasi Android, dan informasi yang belum diumumkan.
Google merilis Gemini 3.8 Live dan Extended Thinking. Simak kemampuan AI suara terbaru, fitur penalaran, multimodal, benchmark, dan ketersediaannya.
Simak jadwal lengkap timnas voli putri dan putra Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, termasuk lawan, tanggal, dan jam pertandingan.
Benarkah main judi online bisa terdeteksi dari KK atau NIK? Simak kaitan pemadanan data dengan bansos, cara klarifikasi, dan cek pinjaman lewat SLIK OJK.