Advertisement

Pakar Hukum Universitas Widya Mataram Sebut Ade Armando Tak Paham Sejarah Keistimewaan DIY

Ujang Hasanudin
Selasa, 05 Desember 2023 - 01:27 WIB
Ujang Hasanudin
Pakar Hukum Universitas Widya Mataram Sebut Ade Armando Tak Paham Sejarah Keistimewaan DIY Ade Armando / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pakar Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Fuad menyebut pegiat media sosial yang juga dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando yang menyinggung politik dinasti di Jogja, tidak paham soal keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.   

"AA [Ade Armando] dinilai tak paham sejarah panjang keistimewaan DIY dan tata pemerintahan DIY yang telah sesuai dengan ihwal yang diperintahkan konstitusi," katanya melalui siaran tertulisnya, Senin (4/12/2023).

Advertisement

Sebelumnya Ade Armando menyindir aksi BEM UI dan UGM yang mengkritik praktik politik dinasti menjelang Pilpres 2024. Ade menyebut bahwa mahasiswa yang melakukan demo keliru tentang definisi dari politik dinasti.

Ade Armando menyoroti tentang kaus yang dipakai oleh peserta demo yang bertuliskan "Republik Rasa Dinasti." Politikus PSI tersebut merasa ironis dengan aksi tersebut sebab politik dinasti sesungguhnya, menurut Ade, justru berada di DIY yang menjadi lokasi aksi mereka.

"Ini ironis sekali karena mereka sedang berada di wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti dan mereka diam saja," kata Ade Armando.

Tak sampai di situ, Ade bahkan menyerukan jika ingin melawan politik dinasti harusnya di DIY. "Anak-anak BEM ini harus tahu dong. Kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah DIY," katanya.

BACA JUGA: Ade Armando Singgung Politik Dinasti Jogja, Ini Komentar Sultan HB X

Fuad menilai pernyataan Ade Armando menjelaskan bahwa yang bersangkutan tak paham sejarah panjang Keistimewaan DIY. "Bung AA inikan seorang akademisi di kampus ternama, seharusnya setiap pernyataan yang dikeluarkan dipikir dan dipahami terlebih dulu, sehingga tidak memicu kegaduhan dan mengganggu ketenangan masyarakat. Sebaiknya, bung AA belajar dengan benar untuk memahami Keistimewaan DIY, sebelum membuat pernyataan, lanjut Fuad," ujarnya.

Terlebih, lanjut Fuad, masa pemilu 2024 sehingga komentar apapun dapat berpotensi memicu reaksi publik dan pemberitaan di media sosial. "Kita paham, yang bersangkutan ini jugakan politisi dan akan bertarung pada Pemilu 2024 nanti sebagai Caleg DPR RI dari PSI, namun bung AA harusnya dapat menahan syahwat politiknya untuk tidak mengkomentari hal-hal yang di luar pengetahuannya. Apa-apa tidak semua harus dikaitkan dengan politik demi menaikan popularitas dan elektabilitas partai," tegasnya.

Fuad kembali menambahkan Jogja itu warganya sangat unik dan rasional dalam merespon sesuatu. Apa yang terjadi hari ini atau demo warga di kantor PSI DIY, menurutnya merupakan wujud nyata, betapa masyarakat DIY sangat mencintai kotanya dan begitu egaliter merespon saat ada hal-hal yang dinilai merusak atau mengganggu tatanan kehidupan sosial.

"Dan percayalah, masyarakat Yogyakarta paham bagaimana cara menghukum pihak-pihak yang dinilai menimbulkan citra negatif, kerugian dan kegaduhan tersebut, saya kira Ade Armando dan partainya akan menerima konsekuensi," tandas pria yang juga menjabat komisioner Lembaga Ombudsman DIY

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement