Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Sekjen PSI sekaligus Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni (tengah) bersalaman dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kamis (7/12/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, Raja Juli Antoni bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kamis (7/12/2023).
Pertemuan yang digelar di Gedhong Wilis kompleks Kepatihan itu dilangsungkan seusai Raja mendampingi Menteri ATR/BPN dalam agenda MoU dan penyerahan sertifikat tanah kasultanan/kadipaten.
Keduanya melakukan pertemuan kurang lebih 10 menit secara tertutup.
Raja mengatakan dirinya ditemui dengan sangat baik oleh Ngarsa Dalem. Sultan disebutnya sangat berwibawa dan bijaksana, memberikan banyak wejangan kepada dirinya yang memang lebih muda dan lebih junior. "Selain membicarakan rencana tindak-lanjut MoU kami juga sedikit bicara tentang kasus atau pernyataan Ade Armando," kata Raja.
Raja yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri ATR/BPN itu menambahkan, dia memulai pembicaraan kepada Sultan dengan memohon maaf atas kegaduhan beberapa hari terakhir karena ulah Ade Armando.
Dia menyampaikan bahwa Ketum PSI Kaesang Pangarep sudah menyatakan bahwa PSI partai yang taat konstitusi, UUD dan jelas-jelas menjamin Keistimewaan DIY.
"Siapa saja kader PSI yang tidak percaya UUD dan UU, termasuk Ade Armando, silakan keluar dari PSI," tegasnya.
Sultan, kata Raja Juli, juga mengikuti pemberitaan Ade Armando yang sudah minta maaf dan sikap Ketum PSI yang tegas mendukung Keistimewaan DIY.
Sultan juga menganggap bahwa masalah ini sudah selesai, jangan diperbesar dan dibiarkan saja berlalu mengikuti waktu tanpa perlu ada pernyataan dan aksi baru yang justru akan memicu kericuhan baru di tengah masyarakat.
"Saya sangat menghargai keleluasaan hati dan kebijaksanaan Ngarso Dalem. Petemuan singkat tapi sangat bermakna sebagai pelajaran bagi saya sebagai junior jauh beliau. Salam hormat," ujar Raja.
Ketua DPW PSI DIY, Kamaruddin mengatakan Sultan sudah memahami apa yang terjadi dalam beberapa hari ini dan menghimbau semua pihak untuk menjaga keteduhan dan kenyaman masyarakat Jogja. "Ini tahun politik, jangan sampai ada isu-isu yang memecah belah persatuan kita semua," kata Kamar.
BACA JUGA: Ade Armando Kembali Dilaporkan Polisi, Kali Ini oleh Paman Usman
Sementara itu Sultan menyebutkan dalam pertemuan dengan Raja Juli itu pihaknya hanya berdiskusi masalah pertanahan. Dirinya bahkan tidak mengetahui bahwa Raja Juli merupakan Sekjen PSI. "Saya tidak membicarakan soal Ade Armando kok. Saya kan juga tidak tahu dia itu Sekjen PSI," pungkas Sultan.
Sebelumnya, pernyataan Ade Armando soal protes sejumlah BEM soal praktik politik dinasti oleh Jokowi dan menyerempet ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat berbuntut panjang.
Sampai hari ini dua kelompok masyarakat sudah melaporkan Ade ke Polda DIY. Sejumlah protes dari berbagai kelompok masyarakat juga terus berdatangan mengecam pernyataan yang dinilai melecehkan masyarakat Jogja itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.