Advertisement

Komisioner KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah: Cegah Kelompok yang Buruk Berkuasa

Media Digital
Kamis, 07 Desember 2023 - 05:47 WIB
Ujang Hasanudin
Komisioner KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah: Cegah Kelompok yang Buruk Berkuasa Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Bagi sebagian masyarakat Indonesia, Pemilihan Umum (Pemilu) bukan sekadar hajatan seremonial lima tahunan, namun menjadi penentu nasib bangsa. Bagi Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah, pemilu menjadi medan pertarungan untuk merebut ruang agar tidak dikuasi kelompok yang memiliki niat buruk.

“Kami memastikan penyelenggaraan pemilu sesuai dengan ketentuan dan tidak akan terjadi kecurangan. Masyarakat perlu terlibat juga,” kata Hidayatut saat ditemui di Grand Dafam YIA, Senin (4/12).

Advertisement

Perempuan kelahiran Rembang, Jawa Tengah 1972 ini memiliki pengalaman komplet baik sebagai aktivis maupun komisioner KPU. Sejak kecil dia terkenal kritis utamanya menyangkut kesadaran kelas dan identitas. Hal tersebut membawa dia menjadi bagian dari Pers Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Arena.

“Dulu saya sering berantem dengan putra-putra Kiai yang satu sekolah dengan saya di jenjang SMA. Kebetulan saya juga bertemu dengan putra seorang kiai yang menjengkelkan. Dari situ muncul kesadaran tentang kelas dan identitas kelamin,” katanya.

BACA JUGA: Kabar Gembira! Honor KPPS di Kulonprogo Naik Dua Kali Lipat

Di masa kuliah yakni pada 1996, Hidayatut menempa diri sebagai staf Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA). Dia mengaku suka bekerja bersama rakyat dengan mendampingi perempuan yang suaminya merupakan pedagang es krim. “Ketika masuk jurusan tafsir Hadist, saya tahu bahwa Nabi Muhammad itu justru pembebas dan Islam itu memberi ruang luas bagi perempuan. Mulailah saya baca tulisan Nawal El Saadawi,” katanya.

Menurut dia, pemilu menjadi bagian penting yang sangat menentukan nasib bangsa. Oleh karena itu, dia mengajak agar masyarakat menggunakan suara mereka semata-mata untuk mencegah pihak berniatan buruk berkuasa. “Pemilu pada prinsipnya adalah menghentikan yang paling buruk berkuasa. Jadi, bagi mereka yang memilih golput sebenarnya punya kekuatan untuk menghentikan orang buruk itu,” katanya. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement