MAXI Yamaha Day 2026 Padukan Touring dan Budaya di Kuningan
“Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang pertumbuhan konsumen MAXI Yamaha-nya terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir,"
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bagi sebagian masyarakat Indonesia, Pemilihan Umum (Pemilu) bukan sekadar hajatan seremonial lima tahunan, namun menjadi penentu nasib bangsa. Bagi Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah, pemilu menjadi medan pertarungan untuk merebut ruang agar tidak dikuasi kelompok yang memiliki niat buruk.
“Kami memastikan penyelenggaraan pemilu sesuai dengan ketentuan dan tidak akan terjadi kecurangan. Masyarakat perlu terlibat juga,” kata Hidayatut saat ditemui di Grand Dafam YIA, Senin (4/12).
Perempuan kelahiran Rembang, Jawa Tengah 1972 ini memiliki pengalaman komplet baik sebagai aktivis maupun komisioner KPU. Sejak kecil dia terkenal kritis utamanya menyangkut kesadaran kelas dan identitas. Hal tersebut membawa dia menjadi bagian dari Pers Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Arena.
“Dulu saya sering berantem dengan putra-putra Kiai yang satu sekolah dengan saya di jenjang SMA. Kebetulan saya juga bertemu dengan putra seorang kiai yang menjengkelkan. Dari situ muncul kesadaran tentang kelas dan identitas kelamin,” katanya.
BACA JUGA: Kabar Gembira! Honor KPPS di Kulonprogo Naik Dua Kali Lipat
Di masa kuliah yakni pada 1996, Hidayatut menempa diri sebagai staf Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA). Dia mengaku suka bekerja bersama rakyat dengan mendampingi perempuan yang suaminya merupakan pedagang es krim. “Ketika masuk jurusan tafsir Hadist, saya tahu bahwa Nabi Muhammad itu justru pembebas dan Islam itu memberi ruang luas bagi perempuan. Mulailah saya baca tulisan Nawal El Saadawi,” katanya.
Menurut dia, pemilu menjadi bagian penting yang sangat menentukan nasib bangsa. Oleh karena itu, dia mengajak agar masyarakat menggunakan suara mereka semata-mata untuk mencegah pihak berniatan buruk berkuasa. “Pemilu pada prinsipnya adalah menghentikan yang paling buruk berkuasa. Jadi, bagi mereka yang memilih golput sebenarnya punya kekuatan untuk menghentikan orang buruk itu,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang pertumbuhan konsumen MAXI Yamaha-nya terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir,"
BNNP DIY bersama Bandara YIA mengedukasi pelajar Kulonprogo tentang bahaya narkoba. Peredaran pil sapi disebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Airlangga Hartarto optimistis sistem BI tetap solid saat transisi gubernur. KSSK memastikan kebijakan pro pertumbuhan dan pro stabilitas berlanjut.
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.