Advertisement

Kerusakan Lahan di Sleman Menghawatirkan, Mengancam Produktivitas

Triyo Handoko
Kamis, 14 Desember 2023 - 21:37 WIB
Maya Herawati
Kerusakan Lahan di Sleman Menghawatirkan, Mengancam Produktivitas Pertanian / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kerusakan lahan pertanian di Sleman sangat mengkhawatirkan, dengan kandungan pupuk organik rata-rata di bawah 2%. Selain minimnya pupuk organik, pola tanam yang homogen didominasi padi juga mengancam kerusakan lahan pertanian.

Saat ini produktivitas lahan pertanian di Sleman mandek di angka rata-rata lima ton per hektare untuk padi. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPP) Sleman menyebut kerusakan lahan pertanian paling parah terjadi di Sleman bagian barat meliputi Kapanewon Minggir, Godean, hingga Moyudan.

Advertisement

“Bahkan ada yang produktivitasnya hanya 4,5 ton per hektare untuk padi. Padahal, jika lahannya subur, hasilnya bisa lebih tinggi lagi,” kata Sub Koordinasi Substansi Bina Produksi Tanaman Pangan DP3 Sleman, Sumarno saat dikonfirmasi, Kamis (14/12/2023).

BACA JUGA: Wisatawan dalam Kondisi Gawat Darurat di Kota Jogja Bisa Telepon 119, Dilayani Gratis

Sumarno menjelaskan lahan pertanian di Bumi Sembada yang kondisinya lebih baik berada Kapanewon Pakem, Cangkringan, Kalasan, hingga Prambanan. “Di Sleman bagian utara dan timur lahan masih cukup baik karena pola tanamnya tidak terlalu didominasi padi. Ada jeda untuk menanam palawija dan tanaman hortikultural, sehingga pengelolaan lahannya menjadi lebih baik,” katanya.

Untuk menjaga kesuburan lahan, upaya perbaikan lahan terus diupayakan dengan menyosialisasikan pola tanam yang lebih tepat. “Petani yang selalu menanam padi kami imbau agar memberikan jeda pada lahan dengan menanam palawija, supaya kondisi tanah kembali membaik,” kata Sumarno.

Selain mengimbau pola tanam yang tidak dominan ke tanaman padi, DPP Sleman juga mendorong peningkatan penggunaan pupuk organik. “Pupuk kimia menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas lahan. Oleh karena itu, kami mendorong petani agar menggunakan pupuk organik,” katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bulog Targetkan Penyaluran 828 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang 2026

Bulog Targetkan Penyaluran 828 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang 2026

News
| Jum'at, 03 April 2026, 23:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement