Advertisement
Dorong Kunjungan Turis Asing, Dispar Gunungkidul Siapkan Langkah Strategis
Suasana rapat koordinasi Geopark Nasional di dalam Gua Rancang Kencono, di Bleberan, Kecamatan Playen, Jumat (16/11/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul telah menyiapkan langkah strategis untuk mendorong kunjungan wisatawan mancanegara. Salah satunya melalui program United Nations World Tourism Organization (UNWTO).
Kepala Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata Dispar Gunungkidul, Emy Nur Aini mengatakan langkah yang dimaksud diwujudkan dalam beberapa konsep seperti kerja sama geopark.
Advertisement
“Ada beberapa konsep untuk menarik wisatawan mancanegara seperti kerja sama geopark. Gunungkidul kan bagian dari Gunungsewu UNESCO Global Geopark yang kembali mendapat green card revalidasi kedua,” kata Emy dihubungi, Selasa (19/12/2023).
Emy menerangkan UNESCO Global Geopark merupakan jejaring internasional untuk taman Bumi. Kata dia, gunung sewu baru saja bekerja sama dengan Geopark Langkawi Malaysia. Hanya dia belum dapat memberi tahu detail bentuk kerja sama.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan Office of International Affair UGM. Lalu ada Familiy Trip ke Gunungkidul pada beberapa event international seperti G20 dan Asean Tourism Forum,” katanya.
Selain itu masih ada fasilitasi field trip media asing yang disponsori UNWTO di Desa Wisata Nglanggeran 12-15 Desember 2023. Nglanggeran, katanya menjadi satu-satunya Desa Wisata di Wilayah Asia Pasifik yang disasar oleh program UNWTO.
Baca Juga:
Selain Beach Club Raffi Ahmad Ada Investasi Besar Wisata Pantai Gunungkidul, Ini Daftarnya
Pemkab Gunungkidul Prediksi Ada 180 Ribu Wisatawan
Jelang Liburan Akhir Tahun, Pantai di Gunungkidul Mulai Ramai Diserbu Wisatawan
Sebelumnya, Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyata mengatakan wisatawan mancanegara sering mengunjungi Kabupaten Gunungkidul setiap tahunnya. Paling banyak, kata dia adalah wisatawan asal Singapura dan Malaysia.
“Wisatawan asal Singapura dan Malaysia itu lebih suka pergi ke Goa Pindul dan Pantai Timang,” kata Sunyata dihubungi, Selasa (19/12/2023).
Sementara wisatawan asal Australia, Eropa Timur, dan Amerika lebih suka ke Goa Jomblang dan Goa Pindul. Dia mengaku tidak mudah menarik minat wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Gunungkidul.
“Soalnya branding parwisata mancanegara kan di Bali. Tapi dengan banyaknya investor yang masuk dan membangun destinasi-destinasi wisata maka wisatwan mancanegara banyak datang ke sini,” katanya.
Lebih jauh, Sunyata menerangakan selain terkait alam, perlu ada pertunjukan budaya khas Gunungkidul yang menarik agar dapat menyedot wisatawan mancanegara. Dia memberi contoh sendratari ramayana di Candi Prambanan.
Terkait dengan okupansi hotel ketika libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Sunyata memprediksi angka okupansi tidak akan jauh dari 70% - 80%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement








