Harianjogja.com, SLEMAN—Potensi membeludaknya wisatawan di Bumi Sembada pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga diiringi dengan potensi meningkatkan lonjakan sampah. Untuk menghadapi potensi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan seluruh armadanya pada libur Nataru nanti.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani secara tegas menyatakan jika pihaknya akan menambah personel dan armada untuk menangani sampah pada Libur Nataru nanti.
"Pasti ada penambahan, kami juga mempersiapkan itu. Paling juga naik nanti tergantung ya perkiraan teman-teman pariwisata kira-kira yang akan datang ke Sleman berapa kita tunggu itu," terang Epi pada Kamis (21/12/2023).
Baca Juga:
Pemkab Sleman Targetkan 4 TPST Beroperasi di Tahun Depan
TPST Tamanmartani Sleman, Raudi Akmal: Sampah Jadi Berkah
Pemkab Sleman Anggarkan Pembelian 4 Alat Pengolah Sampah Senilai Rp6 Miliar
Lebih lanjut Epi mengungkapkan jika dirinya akan membentuk tim untuk menangani sampah libur Nataru. Tim akan dibagi ke titik-titik potensi lonjakan sampah sampah. Fokusnya di lokasi-lokasi kerumunan masyarakat terutama saat tahun baru.
"Nanti kita bagi armada kita untuk menangani sampah-sampah yang akan timbul," tegasnya.
Total ada 34 armada pengangkut sampah di Sleman. Satu armada setidaknya bisa menampung lima ton sampah.
"Secara umum armada kita semua siap, disiapkan untuk itu. Karena nanti kan tinggal kita bagi tugasnya," ujarnya.
Adapun titik-titik yang diwaspadai mengalami lonjakan sampah di Sleman seperti Maguwoharjo, Denggung, Kaliurang dan tempat-tempat keramaian lainnya.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan tempat-tempat wisata. Karena sekarang tempat-tempat wisata itu ternyata mereka juga mempunyai pengelolaan sampah sendiri-sendiri," ungkapnya.
Apalagi berkaca pada Libur Nataru sebelumnya, kenaikan produksi sampah di Sleman bisa mencapai 20%-25% dari produksi sampah harian. "Tahun lalu itu kita naik sekitar 20-25 persen," tegasnya.