Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Jajaran Pemkot Jogja tengah melakukan pengecekan cadangan beras di gudang penyimpanan beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo menyebut pada masa kampanye ini kebutuhan pangan bisa jadi meningkat. Ini lantaran biasanya kegiatan kampanye akan mengundang banyak orang, sehingga membutuhkan jumlah konsumsi yang banyak pula.
Belum lagi, saat kampanye para caleg akan punya acara dan kesibukan masing-masing yang di dalamnya akan membutuhkan konsumsi. Sehingga, bisa turut meningkatkan permintaan kebutuhan pangan. "Oleh sebab itu, permintaan pangan itu harus diantisipasi. Salah satunya bisa menjalin kerja sama dengan daerah lain yang memiliki stok pangan," ujarnya, Selasa (9/1/2024).
Untuk memastikan keamanan stok pangan di Kota Jogja, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja menambah stok cadangan beras. Tahun ini, cadangan beras ditambah hingga 55 ton. Akan direalisasi pada Mei 2024.
Plt Kepala DPP Kota Jogja, Sukidi menuturkan penambahan cadangan beras ini juga dilakukan untuk memenuhi target. Pemkot Jogja, lanjutnya, punya target untuk memenuhi cadangan beras hingga 120 ton.
"Jumlah cadangan beras itu sesuai dengan Peraturan Gubernur No. 24/2016 tentang Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dan Peraturan Wali Kota Jogja No. 22/2019 tentang Cadangan Beras Pemkot Jogja," kata Sukidi.
Penambahan cadangan beras tahun ini lebih banyak jika dibanding dengan tahun lalu. Pada 2023, DPP Kota Jogja hanya melakukan penambahan stok beras sebanyak 18 ton. Kini, cadangan beras milik Pemkot Jogja tercatat ada 65,05 ton.
BACA JUGA: Pemda DIY Memastikan Stok Pangan Cukup di Masa Libur Nataru
Jumlah ini belum terpakai, lantaran kebutuhan beras di tengah masyarakat masih bisa dipenuhi dari berbagai gelaran bantuan pangan dan operasi pasar.
Sukidi menambahkan, pengadaan cadangan pangan beras 55 ton dilakukan menggunakan APBD murni Kota Jogja. Jika telah ter-realisasi, maka nantinya cadangan pangan milik Pemkot Jogja menjadi sejumlah 120,05 ton. "Alokasi anggaran beras cadangan Rp12.000/kilogram dengan jenis beras kualitas medium," imbuhnya.
Selama ini DPP Kota Jogja masih mengandalkan beras dari Purworejo, Delanggu, Klaten, Sragen dan Kulonprogo. "Pemkot Jogja bekerja sama dengan PT Tarumartani selaku BUMD Pemda DIY dalam menyimpan dan mengelola cadangan beras pemerintah daerah," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.