Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Jembatan Srandakan lama terputus akibat banjir. /Instagram.
Harianjogja.com, BANTUL—Jembatan Srandakan lama ambrol pada Kamis (6/2/2025) sekitar pukul 22.45 WIB. Kondisi itu berpotensi mengancam konstruksi jembatan baru jika tidak segera dilakukan penanganan.
Kepala BPBD Bantul, Agus Yuli menuturkan Jembatan Srandakan lama ambrol karena erosi aliran air Sungai Progo dan ambrolnya DAM Srandakan. Dia pun meminta agar dilakukan pembangunan ulang terhadap jembatan tersebut.
“Apabila tidak segera dilakukan penanganan, maka sisa tiang Jembatan Srandakan lama yang masih berdiri akan ikut ambrol,” ujarnya, Jumat (7/2/2025).
BACA JUGA : Penanganan Darurat Groundsill Sungai Progo yang Jebol Mulai Diperbaiki BBWSO
Selain itu, runtuhan Jembatan Srandakan lama yang ambrol jika terbawa arus sungai akan mengenai tiang Jembatan Srandakan baru yang hanya berjarak sekitar 100 meter. Di sisi lain, di sebelah timur Jembatan Srandakan lama pun telah ada jalan menurun dan dinilai membahayakan.
Dia menuturkan sebagian tanah di samping Sungai Progo telah mengalami pengikisan. Hal itu dikhawatirkan juga memperburuk kondisi kerusakan Jembatan Srandakan lama.
Agus menyampaikan hingga saat ini belum diketahui rencana tindak lanjut penanganan jembatan tersebut. Sementara DAM Srandakan yang sebelumnya ambrol telah dilakukan penanganan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) selaku penanggungjawab DAM Srandakan.
Agus menuturkan kerusakan Jembatan Srandakan tersebut awalnya diketahui dari laporan warga setempat kepada BPBD Bantul. Kemudian, BPBD Bantul, bersama dengan Polsek Brosot menyisir lokasi kejadian. Dari kejadian tersebut tidak ada korban yang ditimbulkan.
“Saat ini sepanjang Jalan [Jembatan] Srandakan lama sudah ditutup agar tidak bisa dilalui oleh warga,” katanya.
Agus memetakan kerusakan Jembatan Srandakan sepanjang 27,5 meter dengan lebar 5,725 meter dan tinggi 6,465 meter. Jembatan yang sudah berdiri sekitar tahun 1925. Jembatan tersebut dulu digunakan sebagai jalan kereta yang kemudian dialihfungsikan sebagai jalan raya tahun 1951.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.