Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Suasana makan bersama siswa-siswi SDN 4 Wates untuk menunjang program gerakan sekolah sehat serta membiasakan makan bergizi gratis jika suatu saat nanti jadi sasarannya, Jumat (7/2/2025).
Harianjogja.com, KULONPROGO—SDN 4 Wates rutin menggelar makan bersama setiap hari Jumat pada tiap minggunya sejak awal Januari ini. Tidak hanya makan bersama, menu yang mesti dikonsumsi juga harus sesuai standar gizi normatif yaitu terdapat sayuran, lauk dengan protein, karbohidrat, hingga buah-buahan.
Kepala SDN 4 Wates, Harni Astuti menjelaskan dasar program makan bersama ini adalah kebijakan Profil Pelajar Pancasila dan program gerakan sekolah sehat. Ia menyebut pada awal implementasinya terdapat orang tua yang keberatan dengan kegiatan tersebut.
Harni menyebut alasan keberatan orang tua beragam, terutama tidak ada waktu untuk menyiapkan bekal anak untuk makan bersama. “Mungkin karena perlu bangun lebih pagi dari biasanya, tapi setelah kami sosialisasikan semuanya menerima dengan baik,” katanya.
Kegiatan ini dilatarbelakangi kebiasaan makan anak yang tidak sesuai standar gizi yang ada. Terutama banyaknya siswa, jelas Harni, yang menggemari makanan berpewarna, dengan pemanis buatan yang banyak, dan sejenisnya.
Padahal siswa-siswi SDN 4 Wates sudah diedukasi makanan bergizi, menurut Harni, tapi dalam praktiknya tidak dilakukan. “Awal kegiatan itu banyak siswa kami yang tidak suka makan sayur, setengahnya mungkin lalu kami bisakan jadi sekarang kebanyakan suka,” terangnya.
Jumlah siswa SDN 4 Wates sendiri lebih dari 300 anak, lanjut Harni, yang kini sudah terbiasa dengan makanan bergizi. “Tidak hanya makan bersama, kegiatan ini juga membentuk karakter sehat anak karena ada kegiatan lain yaitu bangun pagi dan olahraga,” jelasnya.
Budaya bangun lebih pagi ini sesuai dengan program gerakan sekolah sehat, sambung Harni, yang secara langsung membuat orang tuanya juga turut serta. “Jadi karena anak bangun lebih pagi, orang tuanya juga ikut, mereka jadi lebih punya waktu untuk bikin bekal anaknya,” paparnya.
Kegiatan makan bersama ini juga dimaksudkan agar siswa nantinya ketika jadi sasaran program makan bergizi gratis (MBG) dapat mengikutinya dengan baik. “Meski kami belum tahu kapan akan jadi sasaran MBG tapi paling tidak sudah terbiasa dulu agar mensukseskan program nasional ini,” ujarnya.
Salah satu siswa kelas VI SDN 4 Wates, Naura Qaireen Alfa Putri mengaku sebelum makan bersama di sekolah ini tidak terlalu suka sayuran. “Awal makan bersama juga enggak terlalu dimakan tapi lihat teman-teman lain makan juga jadi suka,” ujarnya.
Qaireen mengaku dengan makan bersama ini membuatnya lebih bisa mempraktikan pola makan bergizi. “Ternyata enak juga seperti buah-buahan itu juga enggak semuanya suka tapi sekarang suka,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Pelantikan Kepala BGN Nanik S. Deyang dijadwalkan pekan depan. Istana meminta fokus membenahi Program Makan Bergizi Gratis.
Ketergantungan fiskal DIY masih tinggi. Pemda mengandalkan optimalisasi aset dan BUMD untuk meningkatkan PAD dan kemandirian fiskal.
Istana membantah isu pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah menegaskan belum ada rencana pergantian Menkeu.
Terapi kanker kini makin presisi. Tes genetik dan teknologi NGS membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien kanker.
KPK mengungkap GST memakai rekening nomine untuk menampung uang hasil dugaan pemerasan pengurusan KITAS dan KITAP warga negara asing.