APBD Perubahan Sleman 2026 Pangkas Belanja Rp64,6 Miliar
Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2026 mencatat penurunan pendapatan daerah sebesar Rp117,12 miliar.
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 30% ruas jalan di kawasan wisata di Kabupaten Gunungkidul perlu penanganan. Penanganan belum dapat dilakukan karena sumber pendanaan terbatas.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan masih ada sebesar 30% ruas jalan di kawasan wisata yang perlu penanganan.
Kawasan tersebut meliputi Kawasan Wisata Goa Pindul, Pantai Selatan, Nglanggeran, Air Terjun Sri Getuk, Embung Sriten, Telaga Jonge, Goa Kalisuci, Goa Jomblang, dan Lembah Desa.
“Ruas jalan di Kawasan Wisata yang masih perlu penanganan ada sekitar 20 persen sampai 30 persen,” kata Wadiyana dihubungi, Senin (15/1/2024).
Wadiyana menambahkan penanganan di kawasan tersebut memang belum dapat dilakukan karena anggaran yang dipakai dari dana alokasi khusus (DAK) terbatas pada tema pertanian tahun 2024. Selain itu dana yang ada juga terbatas.
“Sebenarnya kami mengusulkan lima ruas jalan [untuk mendapat DAK]. Tapi hanya mendapat satu ruas jalan yaitu di Nangsri - Karangasem,” katanya.
DAK yang didapat juga akan digunakan untuk menangani ruas Jalan Salam - Beji. Penanganan ruas jalan tersebut berasal dar aspirasi DPR RI. Dua ruas jalan tersebut mendapat alokasi total Rp14 miliar.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Jalan Baru Sleman-Gunungkidul Ruas Gayamharjo Prambanan Diklaim Rampung
Lebih jauh, dia mengatakan DPUPRKP sedang mengajukan penanganan ruas jalan lain melalui Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomo 4 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
“Tapi masih pengusulan. Prosesnya sudah dari 2023 sebenarnya. Kami belum tahu apakah akan mendapat atau tidak. Nanti lihat saja di bulan Februari atau Maret,” ucapnya.
Sementara itu, Staf Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Muhammad Eko Putro Nugroho mengatakan penanganan ruas jalan tahun 2024 merupakan rekonstruksi bukan pembangunan baru.
“Rekonstruksi itu peningkatan kapasitas jalan. Masing-masing ruas jalan itu ditangani dengan sekitar Rp7 miliar,” kata Eko.
Eko mengaku rekonstruksi dilakukan secara penuh dari ujung ke ujung atau long-segmen. Rekonstruksi akan dilakukan sekitar bulan April 2024 secara bersamaan.
“Kami sedang mencari jalur alternatif yang dapat dipakai ketika rekonstruksi nanti dimulai sekitar bulan April atau Mei,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2026 mencatat penurunan pendapatan daerah sebesar Rp117,12 miliar.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.