Izin Klinik KDMP Tamanmartani Masih Berproses di Dinkes Sleman
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Ilustrasi penggunaan QRIS./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat akan mengevaluasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) parkir di Taman Kuliner Wonosari. Evaluasi perlu dilakukan menyusul rendahnya minat pengunjung untuk menggunakan QRIS guna membayar parkir.
Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum dan Perparkiran Dishub Gunungkidul, Ely Siswanta mengatakan pihaknya akan mengadakan evaluasi menyusul rendahnya minat penggunaan QRIS perparkiran.
“Sebenanya penggunaan QRIS perparkiran di Taman Kuliner Wonosari kan pilot projet. Kalau banyak peminatnya akan kami buat di tempat lain. Tapi kok tampak banyak yang tidak berminat,” kata Ely dihubungi, Selasa (16/1/2024).
Ely menambahkan awal penggunan QRIS tersebut disambut baik masyarakat. Hal tersebut kemungkinan, kata dia karena ada kerja sama dengan Bank BPD DIY yang memberi potongan biaya parkir. Pasalnya setelah itu pengguna QRIS menurun.
Baca Juga
Makin Diminati, Merchant QRIS di DIY Tumbuh 27,9%
Ini Cara Mudah Daftar QRIS untuk UMKM
Per September, Pengguna QRIS Livin' Merchant di DIY Capai 13.000
QRIS tersebut dipasang menggantung di leher petugas parkir seperti id card. Ada tiga pengelola parkir yang memiliki total delapan petugas parkir. Mereka berasal dari daerah sekitar dan upah pungut sebesar 35% dari total pendapatan.
Kepala Dishub Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto membenarkan pihaknya akan mengadakan evaluasi penggunaan QRIS tersebut. Dia tidak menampik bahwa masyarakat lebih memilih pembayaran tunai karena dianggap praktis.
“Tapi yang akan kami evaluasi dari para juru parkir dan pengelolanya biar mendorong warga pake QRIS,” kata Rakhmadian.
Rakhmadian menambahkan tujuan penggunaan QRIS tersebut merupakan wujud tanggap terhadap digitalisasi yang didorong oleh Pemerintah Pusat. Tegas dia, pemakaian QRIS juga mempersingkat waktu rekap retribusi parkir.
“Kalau pakai QRIS langsung masuk ke kas daerah yang dikelola BPD DIY. Jadi tidak perlu dicatatkan dulu di Dishub tiap bulan,” katanya.
Penggunaan QRIS di Taman Kuliner Wonosari tersebut sudah sejak 2022. Tujuan awalnya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Program tersebut juga mengurangi risiko parkir liar yang dapat merugikan para pengendara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.