Razia Gabungan di Lapas Narkotika Jogja, 50 Warga Binaan Langsung Jalani Tes Urine
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Suasana peluncuran Calender of Event Kulonprogo 2024 pada Kamis (25/1/2024) di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo/Istimewa -- Pemkab Kulonprogo
Penjabat (Pj.) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan peluncuran Calender of Event Kulonprogo 2024 diharapkan dapat terus menjaga kualitasnya secara konsisten. Utamanya sebagai rujukan ragam agenda wisata bagi para pelancong yang ingin menikmati Kulonprogo.
Tidak hanya sekadar sukses diluncurkan saja, namun Made ingin bagaimana kalender ini bisa diimplementasikan sepanjang tahun nantinya.
BACA JUGA: Bela Jokowi, Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Bantah Pernyataan Mahfud
"Calender event tidak hanya sekedar sudah ada atau dikeluarkan saja dalam hal ini oleh Dinas Pariwisata, tapi bagaimana kemudian dalam implementasinya dalam pelaksanaannya betul-betul berkualitas, yang betul-betul membawa kesan yang baik dan menarik orang-orang," tegas Made pada Kamis (25/1/2024) malam di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo.
Tak hanya itu Made pun berharap Calender Event of Kulonprogo dapat disinergikan dengan kalender agenda di DIY. Sehingga nantinya kalender yang terintegrasi ini dapat mendorong peningkatan pariwisata antara satu dan lainnya.
"Mudah-mudahan kita bersama-sama bisa kemudian menerapkan ini menjadi sesuatu yang spesifik yang spesial bagi pariwisata di Kulonprogo," tandasnya.
Setidaknya sepanjang tahun 2024 ini, Dinas Pariwisata akan menggelar 20 event. Puluhan kegiatan tersebut akan tetap mengedepankan kolaborasi seni, budaya dan destinasi-destinasi wisata di Kulonprogo. Pelaksanaannya juga akan melibatkan seluruh elemen dari sektor pariwisata yang ada di Bumi Menoreh.
Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR), Bendara yang hadir dalam peluncuran tersebut mendorong adanya kolaborasi kabupaten/kota di DIY untuk menyatukan kalender agenda wisata. Menurut Gusti Bendara, kalender ini menjadi sangat penting lantaran DIY merupakan salah satu prioritas kunjungan wisata di Indonesia. Karenanya kalender ini harus diketahui masyarakat lebih luas lagi, di seluruh Indonesia bahkan sampai manca negara.
BACA JUGA: Buntut Snack Pelantikan, Dukuh dan KPPS Geruduk KPU Sleman
"Calender event ini sebenarnya kalau bisa kita satukan dari seluruh kabupaten, kota dan juga provinsi dan kita gelegarkan lagi, tentu dampaknya kepada pariwisata di DIY juga akan menggelegar," tuturnya.
Gusti Bendara berharap Calender Event of Kulonprogo ini mampu menjadi media untuk menunjukkan jati diri dari keunikan budaya Kulonprogo. Ia juga berharap masyarakat Kulonprogo agar siap untuk mendukung keberhasilan berbagai kegiatan wisata di Kabupaten Kulonprogo. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.