Fenomena Cahaya Surga Gua Jomblang Gunungkidul Memikat Turis Mancanegara
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
Tersangka EA dalam rilis kasus dokter gadungan yang diungkap jajaran Reskrim Polresta Sleman di Mapolresta Sleman, Selasa (30/1/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Hariangjogja.com, SLEMAN—Sebagai dokter gadungan, EA, ternyata tidak hanya bertugas di PSS Sleman. Pasalnya, dia mengakui pernah bekerja sebagai dokter Timnas U-19 Indonesia dan beberapa klub sepakbola di Indonesia.
Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Riksi Adrian mengatakan sebelum dilaporkan ke polisi oleh Manajemen PSS pada 3 Desember 2021, EA sudah malang melintang sebagai dokter klub sepakbola di Indonesia. Total, kata dia, EA mengaku sudah bekerja di setidaknya tujuh klub berbeda dan juga sempat menangani Timnas U-19 Indonesia sejak 2013 lalu.
Riski mengungkapkan berdasarkan pengakuan tersangka, klub yang pernah ditangani selain PSS di antaranya adalah Persita Tangerang, Barito Putra, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC dan Kalteng Putra. “Selain itu ada Timnas U-19, dia [EA] sempat menangani dua kali,” katanya kepada wartawan, Selasa (30/1/2024).
Dia menjelaskan, untuk menjalankan aksinya, EA bermodalkan ijazah kedokteran palsu yang didapatkan dengan mengunduhnya di Internet lalu diedit dengan mengubah nama di ijazah itu. “Memang sudah banyak klub yang menjadi korban. Tersangka kami tangkap di Jakarta pada 24 Januari 2024,” katanya.
Menurut Riski, penangkapan tersangka tidak mudah lantaran yang bersangkutan terus berpindah tempat. Pasalnya, tim sudah pernah ke kampung halamannya di Palembang, tetapi yang bersangkutan sudah pindah ke tempat lain. “Terakhir diinformasikan di Jakarta hingga akhirnya kami bisa menangkapnya di Cibodas,” katanya.
BACA JUGA: Mantan Kondektur Bus Jadi Dokter Gadungan di Klub Bola Indonesia
Presiden Direktur PSS, Gusti Randa berterima kasih kepada jajaran Polresta Sleman yang berhasil mengamankan dokter gadungan yang sempat berkerja di PSS.
Menurut dia, kasus ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi dikarenakan salah penanganan yang dilakukan berdampak terhadap kondisi pemain.
Salah satunya dialami oleh bomber muda PSS, Sadam Gaffar. Hingga sekarang kondisinya belum bisa sembuh dari cedera ACL yang diderita di musim 2021-2022. “Sudah ikut latihan, tapi kondisinya belum bisa kembali fit,” katanya.
Gusti Randa pun mengakui bahwa sepak terjang EA tidak hanya di PSS. Pasalnya, terdapat sejumlah klub sepakbola di Indonesia yang ditangani bersangkutan. “Yang sudah laporan adalah PSS. Untuk klub yang lain belum tahu, apa juga membuat laporan yang sama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
Segafredo Cafe mengembangkan hospitality Italia di Jogja dengan sajian kopi, pasta, dan pizza untuk menyasar wisatawan asing maupun domestik.
PKB Sleman menggelar dialog sosialisme Islam bersama tokoh NU, Muhammadiyah, dan FKUB untuk membahas keadilan sosial serta persoalan anak muda.
BPS menjelaskan alasan penduduk yang bekerja satu jam seminggu tetap masuk kategori bekerja berdasarkan standar ILO.
Sebanyak 30 lurah hasil Pilur Serentak 2026 Bantul resmi dilantik untuk masa jabatan 2026-2034. Lurah diminta inovatif dan merangkul seluruh warga.
Banyak lembaga antikorupsi belum menjamin pemberantasan korupsi efektif. Mantan penasihat KPK Suwarsono Muhammad mengungkap perlunya strategi khas Indonesia.