99 Bakal Calon Ikuti Pilur Gunungkidul, 3 Kalurahan Seleksi Tambahan
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Snack KPPS Sleman yang jadi viral./Instagram
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meminta kasus masalah snack di pelantikan KPPS diselesaikan sampai tuntas. Hal ini diperlukan karena menyangkut kesuksesan dalam penyelenggaraan pemilu.
“Ini bukan hanya menyangkut dengan KPU atau Bawaslu, tetapi Pemkab, polres maupun kodim juga ikut akan terkena imbasnya karena menyangkut penyelenggaraan pemilihan,” kata Kustini, Kamis (1/2/2024).
Menurut dia, sudah ada koordinasi bersama dengan jajaran Forkompida Sleman beserta dengan KPU dan bawaslu. Selain membahas kesiapan pemilihan, juga mengenai masalah snack KPPS.
Berdasarkan keterangan dari KPU, sambung Kustini, belum ada kerugian negara dikarenakan belum dilakukan. Namun, dengan mencuatnya masalah ini menjadi sangat sensitif karena menyangkut dengan kerja KPPS saat pemilihan.
“Intinya jangan sampai petugas KPPS tidak mau bekerja karena masalah ini. Sebab, bisa membuat repot semuanya sehingga mengganggu kesuksesan pemilu di Sleman. Makanya harus dicarikan solusi yang terbaik,” katanya.
Diketahui berdasarkan kesepakatan antara KPU Sleman dengan vendor PT. Jujur Kinaryo Projo harga konsumsi pelantikan sebesar Rp15.000 per orang. Namun faktanya saat pelantikan, snack yang disajikan diperkirakan hanya senilai Rp2.500 per orang.
“Ini yang dicarikan Solusi. Apakah sisanya [Rp12.500] bisa diberikan ke petugas KPPS, ini yang sedang dikonsultasikan. Intinya, saya berharap para petugas bisa tetap bekerja sesuai dengan ketugasan yang dimiliki,” kata Kustini.
Sekretaris KPU Sleman, Yuyud Futrama membenarkan hingga sekarang belum ada kerugian terkait dengan masalah snack KPPS yang viral. Pasalnya, saat ini vendor belum mengajukan penagihan guna pembayaran kerja sama penyediaan konsumsi.
“Kami tunggu untuk penagihannya. Setelah ada, akan dikonsultasikan ke KPU DIY dan Inspektorat KPU RIY. Tapi, hingga sekarang belum ada tagihannya,” katanya.
Menurut dia, konsultasi untuk memastikan masalah pembayaran, apakah disesuaikan dengan kontrak atau sesuai saat penyajian. “Kontarknya memang Rp15.000 per orang, tapi saat disajikah hanya di kisaran Rp2.500 per orang. Makanya, untuk pembayaran juga butuh dikonsultasikan,” katanya.
BACA JUGA: Kejati DIY Bidik Dugaan Korupsi di KPU Sleman, Buntut Viral Snack KPPS
Yuyud mengakui sudah berusaha menghubungi pemilik vendor. Malahan, ia juga sudah pernah mendatangi rumah pemilik di Padukuhan Gedongan, Sumberarum, Moyudan, tapi tidak ketemu. “Nomornya juga tidak aktif,” katanya.
Dukuh Gedongan, Webbi Llian membenarkan PT Jujur Kinaryo Projo berada di wilayahnya. Meski demikian, ia baru tahu jadi penyedia jasa konsumsi setelah viral sajian snack KPPS di Sleman. “Sebelumnya hanya tahu kalau ada usaha ekspedisi dan pengepakan minuman herbal,” katanya.
Menurut dia, untuk pemilik PT, Adi Hardianto tidak tahu keberadaannya dikarenakan sejak viral yang bersangkutan tidak ada di rumah. “Sebelumnya sering ketemu saat Shalat, tapi sekarang sudah tak terlihat lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau