Pilur Serentak Gunungkidul Terancam Molor, Panitia Belum Bisa Dibentuk
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
Snack KPPS Sleman yang jadi viral./Instagram
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meminta kasus masalah snack di pelantikan KPPS diselesaikan sampai tuntas. Hal ini diperlukan karena menyangkut kesuksesan dalam penyelenggaraan pemilu.
“Ini bukan hanya menyangkut dengan KPU atau Bawaslu, tetapi Pemkab, polres maupun kodim juga ikut akan terkena imbasnya karena menyangkut penyelenggaraan pemilihan,” kata Kustini, Kamis (1/2/2024).
Menurut dia, sudah ada koordinasi bersama dengan jajaran Forkompida Sleman beserta dengan KPU dan bawaslu. Selain membahas kesiapan pemilihan, juga mengenai masalah snack KPPS.
Berdasarkan keterangan dari KPU, sambung Kustini, belum ada kerugian negara dikarenakan belum dilakukan. Namun, dengan mencuatnya masalah ini menjadi sangat sensitif karena menyangkut dengan kerja KPPS saat pemilihan.
“Intinya jangan sampai petugas KPPS tidak mau bekerja karena masalah ini. Sebab, bisa membuat repot semuanya sehingga mengganggu kesuksesan pemilu di Sleman. Makanya harus dicarikan solusi yang terbaik,” katanya.
Diketahui berdasarkan kesepakatan antara KPU Sleman dengan vendor PT. Jujur Kinaryo Projo harga konsumsi pelantikan sebesar Rp15.000 per orang. Namun faktanya saat pelantikan, snack yang disajikan diperkirakan hanya senilai Rp2.500 per orang.
“Ini yang dicarikan Solusi. Apakah sisanya [Rp12.500] bisa diberikan ke petugas KPPS, ini yang sedang dikonsultasikan. Intinya, saya berharap para petugas bisa tetap bekerja sesuai dengan ketugasan yang dimiliki,” kata Kustini.
Sekretaris KPU Sleman, Yuyud Futrama membenarkan hingga sekarang belum ada kerugian terkait dengan masalah snack KPPS yang viral. Pasalnya, saat ini vendor belum mengajukan penagihan guna pembayaran kerja sama penyediaan konsumsi.
“Kami tunggu untuk penagihannya. Setelah ada, akan dikonsultasikan ke KPU DIY dan Inspektorat KPU RIY. Tapi, hingga sekarang belum ada tagihannya,” katanya.
Menurut dia, konsultasi untuk memastikan masalah pembayaran, apakah disesuaikan dengan kontrak atau sesuai saat penyajian. “Kontarknya memang Rp15.000 per orang, tapi saat disajikah hanya di kisaran Rp2.500 per orang. Makanya, untuk pembayaran juga butuh dikonsultasikan,” katanya.
BACA JUGA: Kejati DIY Bidik Dugaan Korupsi di KPU Sleman, Buntut Viral Snack KPPS
Yuyud mengakui sudah berusaha menghubungi pemilik vendor. Malahan, ia juga sudah pernah mendatangi rumah pemilik di Padukuhan Gedongan, Sumberarum, Moyudan, tapi tidak ketemu. “Nomornya juga tidak aktif,” katanya.
Dukuh Gedongan, Webbi Llian membenarkan PT Jujur Kinaryo Projo berada di wilayahnya. Meski demikian, ia baru tahu jadi penyedia jasa konsumsi setelah viral sajian snack KPPS di Sleman. “Sebelumnya hanya tahu kalau ada usaha ekspedisi dan pengepakan minuman herbal,” katanya.
Menurut dia, untuk pemilik PT, Adi Hardianto tidak tahu keberadaannya dikarenakan sejak viral yang bersangkutan tidak ada di rumah. “Sebelumnya sering ketemu saat Shalat, tapi sekarang sudah tak terlihat lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Rupiah menguat ke Rp17.709 per dolar AS, ditopang sentimen damai AS-Iran, penurunan harga minyak, dan kenaikan suku bunga BI.
Muharam menyimpan banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam, mulai dari kisah Nabi Musa hingga tragedi Karbala yang penuh pelajaran dan hikmah.
Jadwal Piala Dunia 2026 malam ini hingga Selasa pagi WIB menghadirkan Spanyol vs Tanjung Verde, Belgia vs Mesir, Arab Saudi vs Uruguay, dan Iran vs Selandia Bar
Oliver Tree meninggal dunia pada usia 32 tahun setelah menjadi korban tabrakan dua helikopter di Rio de Janeiro, Brasil, yang menewaskan enam orang.