Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi hujan lebat./Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—BMKG memrediksi adanya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah DIY dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta mewaspadai adanya potensi bencana yang menyertainya.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta, Warjono mengatakan, ada potensi terjadinya hujan dengan intensitas sendang hingga lebat di wilayah Sleman. Prediksi ini berlangsung mulai Minggu (4/2/2023) hingga Selasa (6/2/2024).
Prakiraan ini mengacu pada hasil Analisa yang dilakukan, terdapat dinamika atmosfer mengidentifikasi adanya tekanan rendah di sisi utara Australia. Hal ini berakibat terbentuknya pola angin baratan yang mendominasi wilayah DIY, tak terkecuali di Kabupaten Sleman.
“Adanya pertemuan angin dari barat daya dan barat laut membuat kelembaban udara di DIY berada pada ketinggian 1,5-5,5 kilometer atau masuk kategori cukup basah,” kata Jojo dalam keterangannya, Minggu.
Menurut dia, akan ada potensi hujan yang terjadi di wilayah Selatan saat dini hari dan pagi hari. Sedangkan di wilayah utara terjadi hujan pada siang hingga malam hari.
“Intesitas hujan sendiri dari sedang hingga lebat,” katanya.
Potensi hujan ini harus diwaspadai dikarenakan disertai embusan angin kencang dan petir memicu terjadinya pohon tumbang maupun musibah lainnya. Selain itu, untuk potensi hujan sedang dapat terjadi dalam durasi yang lama sehingga dapat berpotensi terjadinya banjir maupun longsor.
“Prakiraannya selama tiga hari ke depan. Jadi, harus diwaspadai sehingga dampak dari bencana bisa ditekan sekecil mungkin. Kami akan terus memperbaharui informasi berkaitan dengan cuaca,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, sudah menetapkan siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku sejak 1 Desember 2023. Rencannya, status ini berlaku hingga 29 Februari 2024. “Berlangsung selama tiga bulan dan bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi terkini di lapangan,” katanya.
Menurut dia, status siaga darurat bencana ditetapkan sebagai antisipasi untuk menghadapi potensi bencana sehingga dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin. Makwan memastikan seluruh personel yang dimiliki bersama dengan para relawan terus siaga dan siap diterjunkan pada saat terjadi peristiwa.
“Semua kami siagakan untuk menghadapi ancaman dari bencana hidrometeorologi, baik untuk basah maupun kering. Kami minta warga juga berpartisipasi dalam kesiapsiagaan ini sehingga saat terjadi musibah, dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” kata Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.