Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi hujan lebat./Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—BMKG memrediksi adanya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah DIY dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta mewaspadai adanya potensi bencana yang menyertainya.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta, Warjono mengatakan, ada potensi terjadinya hujan dengan intensitas sendang hingga lebat di wilayah Sleman. Prediksi ini berlangsung mulai Minggu (4/2/2023) hingga Selasa (6/2/2024).
Prakiraan ini mengacu pada hasil Analisa yang dilakukan, terdapat dinamika atmosfer mengidentifikasi adanya tekanan rendah di sisi utara Australia. Hal ini berakibat terbentuknya pola angin baratan yang mendominasi wilayah DIY, tak terkecuali di Kabupaten Sleman.
“Adanya pertemuan angin dari barat daya dan barat laut membuat kelembaban udara di DIY berada pada ketinggian 1,5-5,5 kilometer atau masuk kategori cukup basah,” kata Jojo dalam keterangannya, Minggu.
Menurut dia, akan ada potensi hujan yang terjadi di wilayah Selatan saat dini hari dan pagi hari. Sedangkan di wilayah utara terjadi hujan pada siang hingga malam hari.
“Intesitas hujan sendiri dari sedang hingga lebat,” katanya.
Potensi hujan ini harus diwaspadai dikarenakan disertai embusan angin kencang dan petir memicu terjadinya pohon tumbang maupun musibah lainnya. Selain itu, untuk potensi hujan sedang dapat terjadi dalam durasi yang lama sehingga dapat berpotensi terjadinya banjir maupun longsor.
“Prakiraannya selama tiga hari ke depan. Jadi, harus diwaspadai sehingga dampak dari bencana bisa ditekan sekecil mungkin. Kami akan terus memperbaharui informasi berkaitan dengan cuaca,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, sudah menetapkan siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku sejak 1 Desember 2023. Rencannya, status ini berlaku hingga 29 Februari 2024. “Berlangsung selama tiga bulan dan bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi terkini di lapangan,” katanya.
Menurut dia, status siaga darurat bencana ditetapkan sebagai antisipasi untuk menghadapi potensi bencana sehingga dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin. Makwan memastikan seluruh personel yang dimiliki bersama dengan para relawan terus siaga dan siap diterjunkan pada saat terjadi peristiwa.
“Semua kami siagakan untuk menghadapi ancaman dari bencana hidrometeorologi, baik untuk basah maupun kering. Kami minta warga juga berpartisipasi dalam kesiapsiagaan ini sehingga saat terjadi musibah, dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” kata Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.