Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Nelayan sedang bekerja sama mendorong kapal ke pantai, di Pantai Bugel, Panjatan, Kulonprogo. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Nelayan di Bumi Binangun sudah kembali melaut pada Sabtu (3/2/2024) kemarin setelah sebelumnya berhenti karena adanya Badai Siklon Anggrek. Dari hasil melautnya ini, mereka berhasil meraup jutaan rupiah lantaran saat ini memang musim tangkap ikan bawal.
Salah satu nelayan yang sudah melaut adalah Nur Rifky. Dia menjelaskan di hari pertamanya melaut, dia mendapat 60 kilogram ikan bawal. Dia mengatakan harga jual ikan bawal saat ini adalah sebesar Rp230.000 per kilogram untuk berukuran 0,5 ons per ekornya.
"Sudah melaut sejak kemarin, karena cuaca sudah membaik meskipun hujan tetapi tinggi gelombang sudah normal dan tidak ada angin kencang juga," ungkapnya, Minggu (4/2/2023).
Meskipun sudah melaut, Rifky masih terus memantau BMKG dan belum bisa memastikan akankan terus meluat. "Ini juga masih menunggu-nunggu arahan BMKG, karena cuaca cepat sekali berubah sekarang," katanya.
Kebanyakan ikan tangkapannya, jelas Rifky, dijual ke pengepul luar daerah. "Kalau bawal ke luar daerah jualnya, karena harganya memang tinggi, pasarnya di luar. Seperti kemarin dapat Rp12 juta itu dipasarkannya ke Cilacap sana," ujarnya.
BACA JUGA: Nelayan Kulonprogo Panen Bawal Putih, Diharapkan Dapat Meningkatkan Pendapatan
Mulainya melaut nelayan di Bumi Binangun dikonfirmasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo. "Sejak kemarin memang sudah banyak melaut setelah berhenti karena Badai Anggrek beberapa waktu lalu," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kulonprogo Wakhid Purwosubiyantoro.
Wakhid menjelaskan DKP Kulonprogo juga sudah berkoordinasi dengan para kelompok nelayan di wilayahnya untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan selama musim hujan ini. "Kebetulan harga ikan juga sedang baik, tapi kami juga sudah menghimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak memaksakan apalagi kalau cuacanya buruk," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.