Penampilan BTS di Grammy 2021 dan 2022 Lenyap dari Laman Resmi
Situs Grammy hapus video penampilan BTS Dynamite dan Butter usai grup K-Pop itu nyatakan boikot. Spekulasi pun bermunculan.
Pemungutan Suara - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Bantul optimistis tingkat partispasi masyarakat pada Pemilu 2024 meningkat dibandingkan Pemilu 2019. Hal ini menyusul pantauan dari KPU dan Bawaslu Bantul ke beberapa TPS saat pencoblosan, Rabu (14/2/2024).
Ketua KPU Bantul Joko Santosa mengungkapkan belum bisa mengetahui secara detail besaran partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024. Alasannya, banyak anggota KPPS yang kelelahan dan belum mengunggah data ke aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).
"Hanya dari beberapa sampling saya turun itu, partisipasi di angka 83 persen. Saya optimistis meningkat. Kemarin di 2019 kan 80,3 persen," kata Joko, Kamis (15/2/2024).
Menurut Joko, pihaknya juga belum bisa memastikan peningkatan partisipasi masyarakat itu dikarenakan sosialisasi masif yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu agar masyarakat menggunakan hak pilihnya.
"Tapi, kami yakin yang jelas angka partisipasi masyarakat kali ini meningkat. Dari sampling yang ada, katakan DPT 260 yang tidak datang 6," ungkap Joko.
Baca Juga
Pemilu 2024 di Bantul Berjalan Aman dan Kondusif, Kapolres Minta Warga Mempertahankannya
Bawaslu Belum Temukan Potensi PSU di Bantul saat Pemilu 2024
KPU Bantul Klaim Permilu 2024 Lancar Meski Beberapa TPS kekurangan Surat Suara
Optimisme juga diungkapkan oleh Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Bantul Dewi Nurhasanah. Dewi mengungkapkan, berdasarkan sampling yang dilakukan di beberapa TPS, ada peningkatan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024.
"Kalau dari TPS yang kita awasi kemarin. DPT itu hampir 80 persen itu sudah mencoblos. Hanya ada beberapa di daftar hadir tidak mencoblos karena berbagai alasan dan itu pun jumlahnya sedikit," terang Dewi.
Menurut Dewi, untuk partisipasi masyarakat di TPS lokasi khusus, utamanya yang ada di kampus memang cukup berbeda. Sebab, di kampus, mahasiswa lebih mobile sehingga partisipasinya tidak sama dengan di Panti Wreda atau pesantren. "Sebagai contoh saya kemarin awasi di Loksus Binbaz itu hampir 100 persen nyoblos," terang Dewi.
Sementara Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho mengungkapkan berdasarkan pantauan yang dilakukan dirinya ke TPS lokasi khusus, ada masyarakat yang memiliki antusiasme tinggi di beberapa TPS lokasi khusus. Namun ada juga yang antusiasme yang tidak tinggi.
"Untuk basis asrama dan pondok pesantren memang antusiasmenya tinggi. Untuk UMY, memang dari jumlah DPT lokasi khusus, itu belum maksimal," terang Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Situs Grammy hapus video penampilan BTS Dynamite dan Butter usai grup K-Pop itu nyatakan boikot. Spekulasi pun bermunculan.
Kemudahan layanan digital BPJS Kesehatan dirasakan oleh Fidela Anindya Indrasari, mahasiswi yang tengah menempuh pendidikan S2 di Yogyak
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin melaju ke final Taipei Open 2026 usai mengalahkan pasangan Jepang Hiroki Okamura/Kyohei Yamashita. Mereka menjadi harapan tera
Nutrifood mendorong guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) menjadi motor penggerak budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Melalui program ya
Tonali cetak gol debut, Tottenham kalahkan Chelsea 2-1 di Sydney. Richarlison bawa Spurs menang di injury time. Kartu merah warnai laga.
Sid Wilson dikabarkan tidak lagi menjadi bagian dari Slipknot setelah hampir tiga dekade bersama band metal tersebut. Namun hingga kini belum ada konfirmasi res