Libur Panjang Imlek, Gunungkidul Peroleh Rp789 Juta dari Sektor Pariwisata

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 15 Februari 2024 07:27 WIB
Libur Panjang Imlek, Gunungkidul Peroleh Rp789 Juta dari Sektor Pariwisata

Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari.  Foto diambil 17 Agustus 2023/Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul menyatakan selama libur panjang atau long week end Isra’ Miraj dan Imlek memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pariwisata sebesar Rp789,2 juta.

Sub Koordinator Objek dan Daya Tarik Wisata Dispar Gunungkidul, Aris Sugiantoro mengatakan PAD tersebut didapat dari kunjungan 71.576 wisatawan di destinasi wisata di Bumi Handayani. “Wisatawan terbanyak itu ada dari Jawa Tengah, terutama daerah Soloraya,” kata Aris dihubungi, Rabu (14/2/2024).

BACA JUGA : Perluasan Tempat Parkir di Kawasan Wisata Nglanggeran Gunungkidul Dilanjutkan

Apabila mempertimbangkan cuaca yang tidak menentu, Aris mengaku capaian tersebut tergolong cukup banyak. Selain itu tidak ada acara khusus di Gunungkidul. “Memang tidak ada event dalam rangka liburan dan pantai di Gunungkidul tetap mnjadi favorit wisatawan,” katanya.

Ia mengatakan jumlah kunjungan wisatawan selama bulan Januari 2024 mencapai 248.844 orang. Dari jumlah itu, PAD yang didapat sebesar Rp2,75 miliar.

Jumlah kunjungan wisatawan di Bumi Handayani dipengaruhi oleh banyak faktor seperti keberadaan jalur jalan lintas selatan (JJLS) dan lampu penerangan jalan umum (LPJU) termasuk infrastruktur lain.

“JJLS di Gunungkidul yang hampir semuanya tersamhung tentunya bepengaruh terhadap kunjungan wisatawan, yang dari daerah Wonogiri bagian selatan, pacitan dan sekitarnya bisa melalui JJLS,” katanya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan okupansi hotel selama libur panjang Isra’ Miraj dan Imlek tergolong baik. “Bagus. Okupansi long week end Isra’ Miraj dan Imlek kemarin di kisaran angka 80 persen,” kata Sunyoto.

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan salah satu Desa Wisata di Gunungkidul telah ditetapkan sebagai Desa Wista terbaik dunia oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO). Guna mendorong pengembangan agar kunjungan wisatawan naik maka Dispar mendorong agar tata kelola kelembagaan dijaga.

“Sedikit sentuhan dukungan fasilitas dapat memberikan peluang lapangan kerja khususnya masyarakat di Kawasan Nglanggeran dan sekitarnya sehingga akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Supriyanta.

BACA JUGA : Ratusan Lampu Jalan Tenaga Surya Dipasang, Jalur Wisata Gunungkidul Tak Lagi Gelap-gelapan

Sebelumnya, Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan bantuan penerangan jalan umum tenaga surya dari Kementerian-ESDM dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Sebab itu, perlu adanya penambahan lampu utamanya di ruas jalan yang masih gelap.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online