Musim Kemarau, Warga Sleman Diminta Waspadai Ular Masuk Rumah
Musim kemarau membuat ular lebih sering masuk permukiman di Sleman. Damkar mencatat 1.176 evakuasi hewan liar dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan.
Ilustrasi tiang lampu penerang jalan umum (LPJU) bertenaga surya./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mendapat bantuan fasilitas penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen-ESDM). PJU-TS tersebut menjadi salah satu upaya pengembangan wisata di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan bantuan tersebut berawal dari pengajuan pengadaan yang dilakukan pihaknya. “Peran Pemkab ada pada pengusulan baik ke Provinsi maupun Pusat. Nanti kami mau diberi PJU Listrik atau Tenaga Surya, kami nderek [ikut] saja,” kata Rakhmadian, Sabtu (11/2/2024).
Rakhmadian menambahkan setelah pemberian PJU-TS tersebut, Pemkab melalui Dishub memiliki kewenangan untuk melakukan pemeliharaan. Penentuan penempatan pju-TS tersebut, kata dia mendasarkan pada survei bersama.
Menurut dia, Kementerian-ESDM juga kadang meminta pemasangan pju di jalan nasional lain seperti Ring Road atau Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) serta jalur wisata jalan nasional. Selain terkait dengan pengembangan wisata, penempatan PJU-TS juga mempertimbangkan ruas jalan rawan kecelakaan. “Contoh kemarin dari BPTD minta dipasang di Baleharjo, baru semua bertenaga listrik dan di sana rawan laka lantas, termasuk pula jalan nasional,” katanya.
BACA JUGA: Jadi Jalan Penghubung Objek Wisata, LPJU di Jalan Imogiri-Dlingo Masih Minim
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Sahid Junaidi mengatakan PJU-TS tersebut merupakan program Kementerian-ESDM bersama dengan Komisi VII DPR RI dan pemerintah daerah.
Pemasangan PJU-TS pada tahun ini sejumlah 235 unit dilaksanakan dalam rangka mendukung transisi energi sekaligus menjadi salah satu solusi efisiensi tenaga listrik untuk penerangan jalan, terutama yang sulit dijangkau jaringan PLN.
Dia berharap pemasangan PJU-TS diharapkan dapat membantu upaya mendorong percepatan peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu peningkatan dapat melalui sektor wisata.
Tahun lalu, Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR-RI dan Pemerintah Daerah, total telah memasang 500 unit PJU-TS di Provinsi DIY. Selain Gunungkidul yang mendapat 235 unit, Bantul juga menjadi sasaran sebanyak 190 unit, Kulonprogo sebanyak 35 unit, dan Sleman sebanyak 40 unit.
Di lain pihak, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan kawasan pantai di beberapa wilayah JJLS masih ada yang belum tersedia PJU. Hal tersebut disebabkan belum adanya jaringan listrik.
Windu mengaku penerangan jalan yang baik sangat dibutuhkan untuk memberi rasa nyaman bagi wisatawan ketika melakukan kunjungan ke destinasi wisata.
“Dengan demikian besar harapan kami adanya pemasangan PJU-TS di Kabupaten Gunungkidul dapat mendukung pengembangan pariwisata,” kata Windu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim kemarau membuat ular lebih sering masuk permukiman di Sleman. Damkar mencatat 1.176 evakuasi hewan liar dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan.
TPK hotel Kota Jogja naik pada Mei 2026. BPS menyebut libur panjang meningkatkan okupansi hotel berbintang dan nonbintang.
Kemantren Kraton memperkuat mitigasi bencana ramah disabilitas melalui penyuluhan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan kelompok rentan.
Kebakaran Vrama Billiard & Cafe di Jogja diduga dipicu korsleting listrik. Sebanyak 36 meja biliar hangus, tanpa korban jiwa.
Cristiano Ronaldo mencetak rekor sebagai pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia 2026 saat Portugal mengalahkan Kroasia 2-1.
PSGS mengingatkan Indonesia perlu memperkuat mitigasi gempa setelah fenomena gempa kembar di Venezuela memicu kekhawatiran risiko serupa