Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi tiang lampu penerang jalan umum (LPJU) bertenaga surya./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mendapat bantuan fasilitas penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen-ESDM). PJU-TS tersebut menjadi salah satu upaya pengembangan wisata di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan bantuan tersebut berawal dari pengajuan pengadaan yang dilakukan pihaknya. “Peran Pemkab ada pada pengusulan baik ke Provinsi maupun Pusat. Nanti kami mau diberi PJU Listrik atau Tenaga Surya, kami nderek [ikut] saja,” kata Rakhmadian, Sabtu (11/2/2024).
Rakhmadian menambahkan setelah pemberian PJU-TS tersebut, Pemkab melalui Dishub memiliki kewenangan untuk melakukan pemeliharaan. Penentuan penempatan pju-TS tersebut, kata dia mendasarkan pada survei bersama.
Menurut dia, Kementerian-ESDM juga kadang meminta pemasangan pju di jalan nasional lain seperti Ring Road atau Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) serta jalur wisata jalan nasional. Selain terkait dengan pengembangan wisata, penempatan PJU-TS juga mempertimbangkan ruas jalan rawan kecelakaan. “Contoh kemarin dari BPTD minta dipasang di Baleharjo, baru semua bertenaga listrik dan di sana rawan laka lantas, termasuk pula jalan nasional,” katanya.
BACA JUGA: Jadi Jalan Penghubung Objek Wisata, LPJU di Jalan Imogiri-Dlingo Masih Minim
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Sahid Junaidi mengatakan PJU-TS tersebut merupakan program Kementerian-ESDM bersama dengan Komisi VII DPR RI dan pemerintah daerah.
Pemasangan PJU-TS pada tahun ini sejumlah 235 unit dilaksanakan dalam rangka mendukung transisi energi sekaligus menjadi salah satu solusi efisiensi tenaga listrik untuk penerangan jalan, terutama yang sulit dijangkau jaringan PLN.
Dia berharap pemasangan PJU-TS diharapkan dapat membantu upaya mendorong percepatan peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu peningkatan dapat melalui sektor wisata.
Tahun lalu, Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR-RI dan Pemerintah Daerah, total telah memasang 500 unit PJU-TS di Provinsi DIY. Selain Gunungkidul yang mendapat 235 unit, Bantul juga menjadi sasaran sebanyak 190 unit, Kulonprogo sebanyak 35 unit, dan Sleman sebanyak 40 unit.
Di lain pihak, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan kawasan pantai di beberapa wilayah JJLS masih ada yang belum tersedia PJU. Hal tersebut disebabkan belum adanya jaringan listrik.
Windu mengaku penerangan jalan yang baik sangat dibutuhkan untuk memberi rasa nyaman bagi wisatawan ketika melakukan kunjungan ke destinasi wisata.
“Dengan demikian besar harapan kami adanya pemasangan PJU-TS di Kabupaten Gunungkidul dapat mendukung pengembangan pariwisata,” kata Windu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.