Nisan Makam Mertua Djaduk Ferianto Dirusak, Polisi Turun Tangan
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Ilustrasi LPJU./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Jalan Imogiri-Dlingo merupakan akses penghubung ke beberapa destinasi wisata di Bantul. Meski begitu, ketersediaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di ruas jalan tersebut masih minim.
Sementara Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengakui jumlah LPJU di Jalan Imogiri-Dlingo masih minim. Saat ini menurut dia hanya ada 22 unit LPJU. Sementara jumlah kebutuhan mencapai 122 unit LPJU.
Dia menyampaikan pada 2024 akan ada penambahan lima unit LPJU di Padukuhan Lungguh, Temuwuh, Dlingo. “Per unit anggaran Rp.25 juta [anggaran dari APBD DIY 2024]. Ada tambahan usulan lima unit lagi mudah-mudahan terpenuhi,” ujarnya.
Lantaran jumlah kebutuhan LPJU masih tinggi, Ni Made mengaku pihaknya terus berupaya mengajukan usulan pengadaan LPJU secara bertahap.
Pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengakui ruas jalan tersebut masih minim penerangan.
Dia menyampaikan tersebut merupakan jalan provinsi, sehingga kewenangan penambahan LPJU berada di Pemda DIY. Dia berharap Pemda DIY mengalokasikan penambahan LPJU untuk mendukung perkembangan pariwisata di daerah tersebut.
“Kami berharap Dinas Perhubungan [Dishub] Provinsi [DIY] dapat berkoordinasi hingga ke Pusat, dapat disampaikan aksesibilitas terkait dengan jalan dan sebagainya agar Provinsi dapat memperbaiki fasilitas sesuai kewenangannya,” ujarnya ditemui, Selasa (2/1/2024).
BACA JUGA: Jelang Libur Nataru, Dishub Perbaiki LPJU Rusak
Sementara Kepala PHRI Bantul, Yohanes Hendra mengeluhkan masih minimnya penerangan jalan di jalan tersebut. Dia mendorong agar ada penambahan LPJU di ruas jalan tersebut untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay). “Kalau sudah lebih dari jam 20.00 WIB sudah tidak ada penerangan sama sekali, kami harus bikin wisatawan memiliki rasa aman, tidak khawatir dengan tindak kriminal,” ujarnya.
Dengan meningkatkan kemudahan akses wisatawan untuk menjangkau beberapa destinasi wisata di Bantul, menurutnya dapat meningkatkan okupansi hotel dan length of stay di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Siswi SMP di Jogja melaporkan dugaan tindakan asusila oleh karyawan UKS. Polisi masih menyelidiki kasus dan akan
Motor dilarang melintas di Underpass Kentungan Sleman. Satlantas Polresta Sleman memperketat pengawasan melalui E-TLE dan CCTV.
ITS Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia. Kapal akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada pada 25 September 2026.
Grok kini menangani lebih dari 15.000 panggilan pelanggan Starlink setiap hari, termasuk mendiagnosis perangkat dan memproses ribuan pesanan.
Pemerintah mengkaji distribusi Minyakita lewat BUMN menjadi 60%. Namun, harga masih di atas HET dan efektivitas kebijakan dipertanyakan.