Belum Serah Terima, Drainase dan Talang KDMP Sendangmulyo Sleman Rusak
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (IST/Freepik)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo terus memperbaiki lampu penerangan jalan umum (LJPU) menjelang libur natal 2023 dan tahun baru 2024. Dengan adanya LPJU, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.
Kepala UPT Pengelolaan Penerangan Jalan Umum Dishub Kulonprogo, Iswanta mengatakan akan mengupayakan untuk memperbaiki LPJU di jalan menuju destinasi-destinasi wisata.
“Kalau tambahan LPJU di destinasinya tidak ada. Kami juga sudah tidak akan membangun LPJU,” kata Iswanta dihubungi, Senin (11/12/2023).
Iswanta menambahkan LPJU yang dibangun melalui APBD Perubahan 2023 khusus kawasan wisata hanya ada di Banaran, Galur atau menuju Pantai Trisik. Satu LPJU tersebut merupakan bagian dari 56 titik pembangunan LPJU melalui APBD Perubahan.
“Total anggaran pembangunan LPJU dari APBD Murni dan Perubahan ada Rp1,5 miliar untuk 116 titik atau unit,” katanya.
Baca Juga:
Lampu Penerangan Jalan di Gunungkidul Dihitung Ulang, Ternyata untuk Kepentingan Aset
Pemkab Sleman Targetkan 2.089 Titik Lampu Jalan Terpasang Tahun Ini
Ratusan Lampu Penerangan Jalan Dipasang di Titik Rawan Kulonprogo
Dia juga menjelaskan Dishub telah menindaklanjuti hilangnya puluhan komponen di boks KWh Meter lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebulan lalu. Pasalnya, kejadian tersebut menyebabkan LPJU yang ada mati sehingga membahayakan pengendaran. Iswanta mengaku per boks, rata-rata menjadi panel untuk membagai daya listrik bagi 5-12 LPJU.
“Mau tidak mau langsung kami ganti komponennya karena kami masih punya persediaan. Saat ini sudah hidup semua,” ucapnya.
Lebih jauh, Iswanta mengatakan 2024 Dishub akan membangun sekitar 200 unit LPJU dengan anggaran dari APBD Murni sekitar Rp2,5 miliar.
Dia mengatakan apabila masyarakat menemukan LPJU rusak maka dapat menghubungi nomor Dishub di 085156892548 atau akun Instagram @LampuJalan_KP.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY, Rizki Budi Utomo mengatakan kecelakaan lalu lintas rata-rata terjadi di jalan nasional.
“Kalau kami lihat dari angka kecelakaan paling tinggi di jalan nasional seperti Jogja - Wates. Ada beberapa titik juga di tempat lain,” kata Rizki.
Rizki menambahkan rambu-rambu batas kecepatan di jalan nasional cukup lengkap dengan batas maksimal 60 km/jam. Apabila ada kendaraan menaikkan kecepatan lebih dari 60 km/jam maka dapat menaikkan tingkat fatalitas.
“Batas maksimal 60 km/jam itu ada alasannya. Menurut ahli, kecepatan segitu masih dapat memberikan waktu kendaraan mengerem apabila ada kendaraan melintas berpotongan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.
BYD menyiapkan update OTA untuk Shark 6 setelah pengujian menemukan celah pada sistem infotainment. Lampu dan wiper juga diuji melalui CAN bus.
Kesiapan penyelenggaraan hingga pengamanan menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Panitia Pemilihan Kepala Desa Serentak 2026 tingkat Kabupaten Magelang di Ru
MotoGP Mandalika belum memiliki pembalap yang menang dua kali. Simak daftar pemenang balapan utama dan Sprint Race 2022-2025.
Tim Verval menemukan sejumlah catatan pembangunan gerai KDMP di 8 lokasi Bantul. Pengelola diberi waktu sekitar 3 bulan untuk memperbaikinya.