Advertisement
Dirut BPJS Kesehatan Puji Layanan Kesehatan di RSIY PDHI

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Gufron Mukti mengunjungi Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RSIY) PDHI yang berlokasi di Jl. Jogja-Solo Km. 12,5, Kapanewon Kalasan, Jumat (16/2/2024).
Kegiatan ini untuk memastikan pelayanan BPJS Kesehatan berjalan dengan baik. “Saya melihat sendiri dari ruangan ke ruangan lain dan proses berjalan dengan bagus,” kata Gufron, Jumat siang.
Advertisement
Dia menjelaskan proses pelayanan BPJS Kesehatan di RSIY PDHI sudah memakai elektronik medis yang menyatu dengan apilkasi i-Care milik BPJS Kesehatan. Adanya program terintegrasi ini, maka riwayat pasien akan diketahui meski berobat ke rumah sakit yang lain. “Tidak hanya program yang terintegrasi, tetapi ruangan dan peralatan yang dimiliki modern dan bagus-bagus,” katanya.
Gufron mengungkapkan, salah satu hal yang mendapatkan nilai bagus adalah adanya kebijakan rumah sakit yang tetap melayani perawatan naik kelas, tanpa dipungut biaya tambahan. “Jadi contohnya ada pasien BPJS Kesehatan kelas tiga, tapi karena ruangan untuk kelas tiga telah penuh, maka bisa dinaikan ke kelas perawatan yang lebih tinggi,” katanya.
Menurut dia, kebijakan ini merupakan inisiatif dari rumah sakit. Pasalnya, BPJS Kesehatan tidak pernah mengatur berkaitan dengan program naik kelas untuk perawatan. “Diserahkan ke masing-masing rumah sakit dan adanya program seperti di RSIY PDHI bisa sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Dirut BPJS Kesehatan Paparkan Inovasi Layanan Kesehatan RS Islam Yogyakarta PDHI 2024
Direktur RSIY PDHI, Bima Achmad Bina Nurutama membenarkan adanya program titip kelas untuk pasien BPJS Kesehatan. Kebijakan ini dilakukan atas instruksi dari yayasan agar pasien tetap bisa terlayani. “Tujuan utama mendirikan rumah sakit untuk menolong sehingga ini benar-benar dipraktikan terhadap pasien yang datang,” katanya.
Menurut dia, titip kelas dilakukan pada saat ruang di kelas tertentu telah penuh sehingga bisa dirawat menggunakan kelas yang lebih tinggi, tanpa dipungut biaya tambahan. “Prinsip kami tidak boleh menolak pasien sehingga titip kelas ini dijalankan atas arahan dari Yayasan,” katanya.
Selain itu, untuk mempermudah pelayanan menyiapkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siap menjemput ke rumah menuju rumah sakit. Tim ini juga dilengkapi dokter untuk merawat pada saat berada di perjalanan. “Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan. Untuk pasien, hampir 80% merupakan perserta BPJS Kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Menteri Perhubungan Pastikan Persiapan Menghadapi Arus Balik Telah Maksimal
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- H+4 Lebaran, Ribuan Kendaraan Memadati Area Pintu Tol Jogja-Solo Ruas Tamanmartani Sleman
- Lalu Lintas Padat Merayap, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Kampung untuk Menuju Pintu Tol Jogja-Solo di Tamanmartani
- Memasuki H+4 Lebaran, Jumlah Wisatawan di Parangtritis Mulai Turun
- Polres Kulonprogo Sediakan Layanan Tambal Ban Gratis untuk Pemudik
- Libur Lebaran, Pantai Glagah Kulonprogo Dipadati Puluhan Ribu Wisatawan
Advertisement
Advertisement