Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Ilustrasi pemungutan suara. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—DPC PKB Sleman optimistis meraih tujuh kursi DPRD di Pemilu 2024. Hal ini terlihat dari rekapitulasi yang dilaksanakan di internal partai.
“Di Pemilu 2019 mendapatkan enam kursi, tapi sekarang menjadi tujuh kursi,” kata Ketua DPC PKB Sleman Raden Agus Choliq kepada Harianjogja.com, Kamis (22/2/2024).
Dia menjelaskan, untuk perolehan kursi tersebar merata di enam dapil di Sleman. Namun demikian, untuk dapil tiga akan mendapatkan dua kursi karena peningkatan suara yang signifikan di pemilu pada 14 Februari lalu. “Untuk dapil 3 ada dua kursi. Sedangkan lima dapil lainnya, masing-masing satu kursi,” katanya.
Disinggung mengenai caleg yang terpilih, dia mengakui ada dua orang petahana yang terpilih lagi. Adapun lima wakil lainnya merupakan caleg yang baru pertama kali menjadi anggota DPRD Sleman.
“Untuk nama-namanya nanti setelah pleno. Apalagi di dapil tiga selisih di internal partai sedikit sehingga sangat riskan kalau diumumkan sekarang,” katanya.
Dia menambahkan, banyaknya muka baru terjadi karena banyak petahana yang maju ke pileg di tingkat provinsi. Di sisi lain, ada juga yang masih maju di Tingkat kabupaten, tapi kalah dengan caleg lainnya di sisi perolehan suara. “Yang jelas sudah tujuh kursi kami amankan,” katanya.
Kenaikan jumlah kursi di DPRD Sleman juga dirasakan oleh DPD Partai Golkar Sleman. Di Pemilu 2019, partai ini hanya mendapatkan lima kursi, tetapi di pemilu sekarang menjadi enam kursi. “Lima tahun lalu di Dapil 3, kami tidak ada wakil. Tetapi, sekarang di masing-masing dapil ada wakilnya,” kata Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi.
Disinggung mengenai caleg terpilih, dia mengakui mayoritas merupakan caleg petahana. Pasalnya, lima anggota DPRD Sleman periode 2019-2024 yang maju kembali semuanya terpilih.
“Yang baru hanya di Dapil 3 karena memang di sana tidak ada caleg petahana karena memang kita tidak ada yang terpilih di Pemilu 2019,” katanya.
BACA JUGA: Real Count Pileg DPRD Kota Jogja: Kehilangan 2 Kursi, PAN Kubur Mimpi Kursi Pimpinan Dewan
Hingga pukul 16.00 WIB, proses perhitungan suara masih berlangsung. Berdasarkan hasil rekap sementara dari real count milik KPU, PDI Perjuangan masih paling unggul. Namun demikian ada potensi turunnya jumlah kursi yang diperoleh dari 15 menjadi 13 kursi di Pemilu 2024.
Adapun untuk PKS dan PKB diperkirakan akan memeroleh tujuh kursi; Gerindra, PAN akan mendapatkan masing-masing enam kursi. Untuk lima kursi tersisa kemungkinan diraih PPP dengan tiga kursi dan Nasdem dua kursi.
Meski demikian, data ini masih bersifat sementara. Untuk torehan pasti peta sebaran kursi DPRD Sleman masih menunggu Keputusan resmi dari KPU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.