Kenalan TikTok Berujung Motor Raib di Mlati
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.
Suasana puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada Sabtu (9/3/2024) di Joglo Munggur, Sendangmulyo, Minggir./Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) menjadi momen refleksi pengelolaan sampah di Sleman. Dalam puncak acara HPSN berbagai produk hasil pengelolaan sampah dipamerkan agar dapat menginspirasi bagi seluruh masyarakat.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo beranggapan peringatan HPSN menjadi momen penting dalam penanganan sampah. Baginya peringatan ini tak hanya sebagai pengingat, namun juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah.
"Kami sampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat khususnya di bidang lingkungan yang telah membantu dan bekerja sama dalam menangani sampah. Semoga kita dapat sesarengan, bersama-sama, untuk mengatasi permasalahan sampah di Sleman. Terlebih lagi dengan TPA Piyungan ditutup, kita harus mampu mengelola sampah rumah tangga," kata Kustini pada Sabtu (9/3/2024) di Joglo Munggur, Sendangmulyo, Minggir.
Baca Juga
Pemkot Jogja Tunda Rencana Pengolahan Sampah di TPA Piyungan Usai Diprotes Warga
Warga Tolak Proyek Pengolahan Sampah Jogja di TPA Piyungan, Pemkot: Kami Bukan Membuang Sampah
Meneropong Pengelolaan Sampah di Lokasi Wisata Jogja
Sebagai upaya pengelolaan sampah rumah tangga ataupun sampah organik, Kustini mengajak masyarakat untuk berkreasi dan memanfaatkan sampah menjadi barang yang bermanfaat. Dia juga mengapresiasi berbagai jenis produk hasil pengolahan sampah, mulai dari sabun dan lilin minyak jelantah, tepung ampas kelapa, hingga hand sanitizer eco enzyme yang dipamerkan dalam peringatan HPSN tahun ini.
Pada kesempatan ini, Kustini menyerahkan secara simbolis bantuan hibah motor roda tiga kepada lima Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di kawasan Kapanewon Minggir. Selain itu diserahkan pula bantuan sarana prasarana kepada tiga Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani menambahkan sejalan dengan tema nasional, HPSN tahun ini mengusung tema "Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif dan Olah Sampah Organik dengan Cara yang Inovatif." Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya permasalahan sampah organik di Kabupaten Sleman.
"Selain sampah plastik, sampah organik mendominasi di Kabupaten Sleman hampir 60 persen. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan semakin banyak yang tahu bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam pengelolaan. Kita harus berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat," ungkapnya.
Lebih lanjut Epi menegaskan Pemkab Sleman melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Untuk itu, Epi mengajak masyarakat untuk ikut bersinergi dengan menjadi motor perubahan untuk lingkungan terdekat. Salah satunya dimulai dari dalam keluarga.
"Bapak ibu seluruh masyarakat dapat menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing sebagai upaya pengelolaan sampah. Minimal diterapkan di dalam keluarga," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai. Coretax dan AI dorong kinerja pajak dan bea cukai meningkat.
Stadion Kansas City jadi venue penting Piala Dunia 2026. Simak jadwal lengkap fase grup hingga perempat final.