Advertisement
Belum Tiga Bulan, BPBD Gunungkidul Telah Evakuasi 23 Ular

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melalui UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) menyampaikan bahwa sejak bulan Januari 2024 sampai saat ini sudah ada 23 laporan masuk terkait dengan permohonan mengevakuasi ular.
Operator UPT Damkar Gunungkidul, Totok mengatakan pihaknya mencatat ada 23 laporan terkait permohonan evakuasi ular dengan bermacam ukuran dan jenisnya. Terbaru, seekor ular sanca memangsa seekor ayam di Padukuhan Banagung, Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (14/3/2024).
Advertisement
“Laporan masuk jam 08.45 WIB. Kami kemudian melakukan evakuasi jam 9.20 WIB,” kata Totok dihubungi, Kamis (14/3/2024).
Totok menjelaskan ular yang memiliki panjang tiga hingga empat meter dengan berat 15 kilogram tersebut ditemukan Samidi ketika akan memberikan makan kepada ternak ayamnya yang berada di belakang rumah. Dari situlah dia mengetahuai ayam berusia sekitar enam tahun miliknya telah dimangsa ulat tersebut. Dia menambahkan Kalurahan Tilang, Giriubo yang berada di perbukitan menjadi habitat ular.
Kepala Kasubag Tata Usaha, UPT Damkar Gunungkidul, Ngadiyono mengatakan ada sebanyak 41 ular yang menjadi sasaran evakuasi sepanjang tahun 2023. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2022.
Dia menjelaskan tingkah laku ular yang biasanya bermigrasi ke tempat yang lebih hangat terutama pada musim hujan. Sebab itu, di mengimbau masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang ular seperti rerumputan tinggi. “Ular juga tidak senang bebauan yang menyengat, wewangian. Jadi gunakan wewangian karena ular tidak senang bau tajam,” kata Ngadiyono.
Rantai makanan ular seperti tikur juga harus diputus. Keberadaan tikus akan menarik perhatian ular. Selain itu, ular juga menyukai habitat yang lembab dan minim cahaya. Terkait dengan praktik menebar garam untuk mengusir atau mencegah ular masuk rumah, dia mengaku tindak itu hanya mitos. Ular justru takut dengan belerang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
Advertisement
Advertisement