Harga HP Melonjak dan Penjualan Anjlok di Tengah Krisis Memori
Krisis chip AI membuat harga smartphone naik tajam 2026 dan pengiriman global diprediksi turun hingga 15 persen.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan pengisian jabatan untuk 6 orang eselon 2 di lingkup Pemkab Bantul yang akan pensiun tahun ini, memungkinkan untuk dipercepat.
Akan tetapi, hal tersebut, harus menga mengacu kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) RI, maupun Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Bisa dipercepat. Asal ada izin ya. Oleh karena itu nanti kami akan mencari yang terbaik. Bisa dipercepat, ataupun nanti bisa menggunakan Plt," kata Halim ditemui usai Sidang Paripurna di gedung DPRD Bantul, Kamis (21/3/2024) siang.
Oleh karena itu, kata Halim, langkah awal yang ditempuh pihaknya adalah berkonsultasi dengan Kementerian PAN RB RI dan Kemendagri terkait mekanisme pengisian jabatan untuk enam eselon 2 yang kosong. Dari konsultasi tersebut nantinya akan didapatkan solusi terkait pengisian jabatan untuk enam eselon 2 yang kosong.
"Jadi kan secara aturan itu 6 bulan sebelum penetapan calon [penetapan calon bupati dan wakil bupati digelar 22 September 2024], bupati tidak boleh melantik. Kecuali, ada izin. Jadi masih ada ruang untuk melakukan pelantikan, walaupun harus meminta izin dari Kementrian PAN RB," terang Halim.
Lebih lanjut Halim mengatakan untuk pengisian dua jabatan eselon yang saat ini sudah kosong, yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepala Dinas Pariwisata, lelang sedang berjalan. Di mana, telah ada 3 calon Kepala Dinas Kebudayaan dan 3 calon Kepala Dinas Pariwisata yang telah lolos seleksi administrasi. "Ya, yang sekarang lelang kan sedang berjalan. Ya, kita tunggu saja," terang Halim.
Kepala BKPSDM Kabupaten Bantul Isa Budi Hartomo mengungkapkan, keenam pejabat yang akan pensiun tersebut adalah Isdarmoko [inspektur daerah], Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala serta Tata Sasana) Kabupaten Bantul, Suprianto, staf ahli bupati Yuswarseno, Kepala Dinas PUPKP Bantul, Aris Suharyanta, Kepala Dinas UMKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul Agus Sulistyana, dan Asisten Administrasi Umum Setda Bantul Pulung Haryadi.
BACA JUGA: Enam Pejabat Eselon 2 Pensiun Saat Tahapan Pilkada, Pemkab Bantul Konsultasi ke Pusat
Untuk bulan April 2024, ada Agus Sulistyana yang akan memasuki pensiun. Disusul staf ahli bupati Yuswarseno, Kepala Dinas PUPKP Bantul, Aris Suharyanto pada Juni 2024. "September dan Oktober juga ada. Karena tahun ini ada Pilkada, maka kami konsultasi dengan pusat terkait mekanisme pengisian,” kata Isa.
Terpisah Ketua Komisi D DPRD Bantul Suratman meminta kepada Pemkab Bantul agar pengisian jabatan eselon 2 dilakukan sesuai kebutuhan dan melibatkan segala unsur. Ia meminta agar pengisian kekosongan jabatan yang ada diisi untuk memenuhi kepentingan pribadi dan golongan.
"Jangan sampai pengisiannya nanti menimbulkan hal yang tidak baik. Harus sesuai aturan dan kapasitas yang ada," ucap Suratman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis chip AI membuat harga smartphone naik tajam 2026 dan pengiriman global diprediksi turun hingga 15 persen.
Pedagang Pasar Bendungan Kulonprogo mengeluh sepi pembeli akibat migrasi belanja masyarakat ke platform online.
Lock Screen iPhone punya banyak fitur tersembunyi seperti Wallet, widget, Live Activities, dan Siri untuk akses lebih cepat.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Messi berpeluang pecahkan rekor gol Piala Dunia saat Argentina menghadapi Austria di Grup J 2026.
Pemkab Bantul soroti kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 2 Bantul dan tekankan sekolah bebas kekerasan.