Koperasi Merah Putih Jogja Siap Produksi 65 Ribu Batik Segoro Amarto
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Ilustrasi panen bawang merah. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Petani bawang merah di Bantul mulai panen sejak tiga minggu lalu. Meski begitu, lantaran cuaca ekstrem produksinya dinilai belum optimal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo menyampaikan hujan yang terjadi belakangan serta adanya hama ulat memengaruhi produksi bawang merah. Keduanya, membuat bawang merah yang diproduksi ukuran tidak maksimal.
“Produksi dan besaran tidak bisa maksimal, tetapi petani masih bisa menikmati dengan harga yang cukup baik,” katanya saat ditemui, Senin (25/3/2024).
Dia menyampaikan saat ini petani lahan pasir mulai panen bawang merah. Beberapa di antaranya berada di Kapanewon Sanden dan Kretek. Menurut Joko setidaknya ada 50-75 hektare lahan pasir yang panen bawang merah saat ini dari total 1.500 hektare penanaman bawang merah di lahan berpasir di Bantul. Jumlah panennya bisa mencapai 10-15 ton per hektare.
Dalam panen kali ini, menurut Joko harga cabut bawang merah mencapai Rp18.000-Rp20.000 per kg.
“Harga itu termasuk tinggi, dengan BEP [break event point] Rp12.000. Walaupun sekarang harga kering sekitar Rp30.000 sampai Rp35.000 per kg di pasaran,” ujarnya.
Dia menuturkan bawang merah yang ditanam di lahan pasir panen rutin setiap tahun. Penanaman bawang merah lahan pasir dilakukan empat hingga enam kali dalam setahun.
Dia menyampaikan Pemkab Bantul telah mengatur masa tanam bawang merah di wilayahnya setiap bulan. Kebijakan tersebut diambil agar tidak terjadi kenaikan harga bawang merah apabila bawang merah ditanam secara serentak. Menurutnya, apabila ditanam dan dipanen bergantian setiap bulan, harga bawang merah cenderung stabil.
BACA JUGA: Cair Awal April, Besaran THR ASN Bantul Tahun Ini Hanya 50%
Sistem pengairan atau irigasi pun juga menggunakan metode elektrifikasi dengan listrik. Sehingga setiap bulan ada tanaman dan panen bawang merah di lahan pasir. “Sehingga nantinya bisa mengendalikan inflasi karena salah satu pengendali inflasi di sektor pertanian adalah bawang merah,” katanya.
Dia memastikan Kabupaten Bantul tidak kekurangan stok bawang merah dan cabai. Bahkan, menurut Joko diperkirakan mampu menyuplai kebutuhan di luar Bantul.
“Kebutuhan bahan pangan di Bantul insyaallah aman, untuk padi baru panen, bawang merah dan cabai Insyaallah tidak bermasalah. Stok aman terkendali,” ucapnya.
Sedangkan Sekretaris DKUKMPP Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Husin Bahri menyampaikan berdasarkan pantauan kebutuhan pokok di lima pasar rakyat, harga bawang merah rata-rata Rp33.800 per kg. Pantauan dilakukan di Pasar Bantul, Pasar Niten, Pasar Piyungan, Pasar Imogiri dan Pasar Pijenan. Meski begitu dia menurutnya, ketersediaannya masih belum mencukupi dari petani lokal Bantul. “Tetapi aspek suplainya mungkin belum mencukupi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.