Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—DPD Golkar Sleman bakal mengusung nama mantan Sekda Sleman, Garuda Kiswaya untuk berkontestasi di Pilkada Sleman mendatang. Nama Harda, disebut telah mengantongi surat rekomendasi dari Golkar sejak lama.
"Mas Harda itu sudah lama mendapat surat perintah dari Golkar dulu, dari Gokar DPP untuk membesarkan Gokar di Sleman. Perintah itu terus nanti didorong untuk jadi Bupati," kata Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi, Selasa (26/3/2024).
Meski mantap mengusung nama Harda untuk maju memperebutkan kursi Bupati, DPD Golkar Sleman mesti berkoalisi dengan partai yang lain. Pendekatan tengah dilakukan Golkar dengan partai lain yang kira-kira juga sepaham untuk mengusung Harda.
BACA JUGA: Hadapi Sengketa Pemilu di MK, KPU Tunjuk Kuasa Hukum
"Maksudnya sepaham itu ya sama-sama mau mengangkat pak Harda. Kalau kita sendiri kan Golkar hanya enam [kursi] jadi enggak bisa. Minimal kan harus 10 kursi," ungkapnya.
Secara umum, Golkar Sleman satu suara dan siap untuk mengusung Harda Pilkada Sleman. Koordinasi juga tengah dilakukan dengan partai-partai lain. Tidak hanya di lingkaran Koalisi Indonesia Maju, melainkan hingga lintas partai. "Ya ada yang lintas partai," ujarnya
Selain pendekatan yang sudah dilakukan Harda sejak lama, sosok Harda juga dinilai punya modal mumpuni karena lama berada di pemerintahan. Selain itu, Janu juga melihat Harda merupakan sosok yang sukses saat menjabat Sekda Sleman.
Soal siapa sosok pendamping yang diusulkan untuk berpasangan dengan Harda, hal ini masih perlu didiskusikan dengan parpol koalisi nantinya. "Belum, kalau itu kami rembug dengan Pak Harda dan juga dirembuk nanti dengan koalisi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.