David Beckham Jadi Miliarder, Kekayaan Tembus Rp27 Triliun
David Beckham resmi menjadi pesepak bola Inggris pertama berstatus miliarder dengan kekayaan mencapai Rp27,77 triliun pada 2026.
Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA/Ali Khumaini
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul memastikan mendapatkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi pada 2024. Terdiri atas UREA 4.000 ton dan NPK dgan tambahan 4.578 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul Joko Waluyo mengatakan pada 2024, usulan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) untuk 10.678 ton untuk UREA. Sedangkan untuk NPK sebanyak 13.706 ton.
Dari kebutuhan tersebut, pada 2024 Kementrian Pertanian telah mengalokasikan sebanyak 5.639 ton untuk UREA dan 4.024 ton untuk NPK. Dalam perkembangannya, sesuai dengan Surat Kementerian Pertanian No. B-52/SR.210/M/03/2024 alokasi pupuk bersubsidi tahun 2024 di setiap provinsi mengalami peningkatan.
BACA JUGA : Serapan Pupuk Kimia Capai 70%, Sleman Terus Dorong Penggunaan Pupuk Organik
Alhasil, alokasi pupuk di Bantul pada 2024, kata Joko, menjadi 9.639 ton UREA dan 8.602 ton NPK. “Meski belum mencukupi dari kebutuhan, tapi kami berterimakasih atas adanya penambahan alokasi ini,“ kata Joko, ditemui Selasa (2/4/2024).
Berdasarkan data di DKPP Bantul, serapan alokasi pupuk bersubsidi pada 2023 lalu justru tidak maksimal. Di mana, dari alokasi sebesar 10.158 ton untuk UREA dan baru terserap sebanyak 7.414 ton. Sedangkan NPK dari alokasi sebanyak 7.173 ton pada 2023, terserap sebesar 5.019 ton.
Sementara hingga Maret 2024, dari alokasi 9.639 ton UREA baru terealisasi 1.356 ton. NPK dari alokasi 8.602 ton, terealisasi 999 ton.
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Panganan dan Pertanian Bantul, Arifin Hartanto mengatakan rendahnya serapan pupuk pada 2023 disebabkan karena banyaknya petani yang belum memiliki Kartu Tani atau sudah memiliki Kartu Tani tapi tidak bisa digunakan. Selain itu, ada beberapa bank tang yang tidak langsung merespon untuk pelayanan Kartu Tani.
Selain itu, kata dia, rendahnya serapan pupuk subsidi juga dikarenakan faktor eksternal, yakni mundurnya masa tanam karena el nino.
"Karena kan musim tanam mengalami kemunduran. Sementara tahun 2022 itu tidak ada el-nino,” katanya.
Di sisi lain, Joko memaparkan, persoalan yang tidak kalah pelik dihadapi oleh petani di Bantul saat musim tanam adalah kurangnya mesin pertanian, seperti traktor. Sebab keberadaan jumlah traktor yang ada masih belum seimbang dibandingkan luasan lahan pertanian yang ada.
BACA JUGA : 9.086 Ton Pupuk Urea Bersubsidi Disalurkan ke Petani Kulonprogo
“Saat ini baru sekitar 1.500 unit traktor dan itu macam-macam sumbernya, seperti bantuan gapoktan dan milik pribadi. Artinya, satu unit traktor untuk mengolah 20 hektare,” ucapnya.
Joko memaparkan dengan luas lahan pertanian sekitar 14.000 hektare yang ada saat ini, setidaknya dibutuhkan 700 unit traktor. “Artinya kebutuhannya masih kurang cukup banyak. Oleh karena itu kami berharap ada bantuan traktor dari Kementrian Pertanian,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
David Beckham resmi menjadi pesepak bola Inggris pertama berstatus miliarder dengan kekayaan mencapai Rp27,77 triliun pada 2026.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.