Advertisement

Selain DBD, Dinkes Bantul Minta Masyarakat Waspadai Penyakit Ini saat dan Setelah Lebaran

Jumali
Rabu, 03 April 2024 - 15:57 WIB
Ujang Hasanudin
Selain DBD, Dinkes Bantul Minta Masyarakat Waspadai Penyakit Ini saat dan Setelah Lebaran Ilustrasi penyakit / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL— Dinkes Bantul meminta kepada warga untuk terus mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue (DBD), diabetes, kadar kolesterol tinggi, diare, hingga asam lambung saat dan usai Lebaran 2024.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengungkapkan, ada pergerakan kasus DBD dalam tiga bulan terakhir. Meski ada peningkatan, kasus DBD di Bantul masih terkendali, sebab sampai kini belum ada yang meninggal dunia karena DBD.

Advertisement

"Untuk jumlah kasus sampai akhir Maret, ada 76 kasus DBD. Untuk data April 2024 saat ini masih berjalan,”kata Samsu, di Kantor Dinkes Bantul, Rabu (3/4/2024).

Menurut Samsu, jumlah DBD pada triwulan 2024 kali ini masih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Di mana, pada triwulan pertama 2023 ada lebih dari 100 kasus DBD.

“Meskipun lebih rendah, kami tetap imbau masyarakat untuk waspada dan menerapkan pola pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kami pun tetap melaksanakan fogging. Tapi, itu menjadi alternatif terakhir kalau memang ditemukan sebaran kasus dalam taraf tidak wajar," papar Samsu.

BACA JUGA: Puskesmas di Bantul Tetap Buka saat Libur dan Cuti Lebaran 2024

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Anugrah Wiendyasari, mengatakan, selain DBD ada penyakit lain yang juga perlu diwaspadai saat dan usai Lebaran, yakni diabetes, kadar kolesterol tinggi, diare, dan asam lambung. Sebab, ada perubahan pola makan saat Lebaran.

"Selain itu, saat Lebaran kan banyak makanan yang manis-manis, mengandung kadar garam dan minyak yang banyak. Nah itu perlu diwaspadai, karena berpotensi menimbulkan sejumlah penyakit," kata Anugrah.

Untuk mencegah terjadinya potensi penyakit tersebut, Anugrah meminta masyarakat bisa menerapkan gizi seimbang terkait pembatasan konsumsi yang mengandung gula, garam dan minyak. Masyarakat diminta untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan rendang, opor, dan sebagainya. Selain itu, masyarakat juga harus mengontrol konsumsi makanan yang pedas-pedas dan tidak bersih.

“Perlu juga waspada adanya diare. Kami juga minta konsumsi soda juga diatur dan tidak berlebihan, karena berpotensi meninbulkan asam lambung,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Bidik LHKPN 2 Pejabat Pemilik Kripto Miliaran Rupiah

News
| Rabu, 24 April 2024, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menyantap Lezatnya Sup Kacang Merah di Jogja

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement