Advertisement
Ada Tiga Jalur Rawan Kecelakaan di DIY, Bus Hanya Boleh Menanjak
Foto Ilustrasi. Petugas melakukan ramp check pada bus yang datang dan berangkat di Terminal Tipe A Giwangan, Kamis (21/12/2023) - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga jalur rawan kecelakaan di DIY tidak direkomendasikan bagi kendaraan bus untuk melintas turun karena curam dan berbahaya. Segala macam bus hanya boleh melintas menanjak dan tidak direkomendasikan berjalan menurun.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Alfian Nurrizal menjelaskan secara umum ada tiga jalur rawan kecelakaan di DIY. Dua di antaranya ada di Bantul, satu lainnya di Sleman. Ketiganya meliputi jalur Cinomati dan Bukit Bego di Bantul dan jalur Breksi di Sleman. Khusus jalur Cinomati, Alfian menilai jalur ini sangat sempit, berkelok dan juga berlubang. "Rawan kecelakaan ini jalur Cinomati maupun Bukti Bego, Breksi juga," tegas Alfian, Rabu (3/4/2024).
Advertisement
Demi keselamatan, ketiga jalur rawan kecelakaan tersebut hanya dianjurkan untuk bus menanjak. Sementara untuk kendaraan bus yang hendak melintas turun tidak dianjurkan dan disarankan untuk memutar.
"Kami sudah memberikan imbauan dan juga melakukan rekomendasi kepada KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) bersama atas rapat itu bahwa untuk jalur tersebut tidak dilalui untuk jalur yang akan menurun, tetapi yang bisa untuk menuju. Artinya jalannya menanjak karena kalau menurun itu jalurnya turunannya itu sangat panjang curam setelah itu membelok," katanya.
Meskipun pengendara lihai sekalipun dalam mengemudi, ketiga jalur tersebut sangat berbahaya untuk dilewati secara menurun. Pasalnya banyak faktor teknis yang dapat mempengaruhi insiden kecelakaan di jalur rawan kecelakaan tersebut.
"Walaupun memiliki kelihaian melakukan mengemudi atau mungkin rem anginnya baik tapi kita tidak tahu kondisi pada saat di jalan mungkin hujan dan tentunya itu yang akan kami antisipasi," katanya.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Siap Sambut 3,5 Juta Pemudik Lebaran 2024
Pengalihan kendaraan arah menurun ini berlaku untuk kendaraan besar. Segala macam jenis bus tidak dianjurkan melintas turun di tiga jalur rawan kecelakaan tadi, kecuali elf. Sementara kendaraan roda dua maupun empat masih diperbolehkan melintas naik maupun turun di jalur tersebut. "Bus kami berlakukan semua, kalau elf masih bisa," ungkapnya.
Hal ini sekaligus menegaskan tidak ada penutupan di jalur-jalur rawan kecelakaan, namun hanya pengalihan saja yang diberlakukan.
"Kami alihkan untuk yang turun tadi, kecuali yang menanjak boleh tapi untuk yang menurun kita alihkan. Saya tidak ingin terjadi korban sekian kalinya, karena itu rekomendasi dari saya. Contoh di Kentungan, saya tidak ingin ada roda dua yang akan jadi korban, demikian juga di tiga tempat itu tadi," katanya.
Di Bukti Nego maupun jalur Breksi, kendaraan bus juga hanya diperbolehkan melintas naik. Bahkan Alfian sudah menghitung waktu yang digunakan memutar hanya berkisar satu jam ketimbang mengambil risiko yang tidak diinginkan.
"Muter kurang lebih kita hitung kemarin durasinya hanya satu jam. Lebih baik kita muter satu jam dari pada hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Selain melarang kendaraan bus untuk menuruni tiga jalur rawan kecelakaan, beberapa masyarakat diungkapkan Alfian juga ikut berjaga-jaga. "Begitu sangat gotong royong kebersamaannya, mereka bersama-sama untuk membantu kita mendirikan pos pelayanan ya, pemantauan, bersama itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement






