Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, berpeluang meramaikan bursa calon kepala daerah di Pilkada 2024. Pasalnya, selain menjadi pimpinan pengurus partai pemenang pemilu di daerah, juga tercatat sebagai Anggota DPRD DIY.
Hasil Pemilihan Legislatif di Pemilu 2024, ia juga berpeluang besar terpilih kembali menjadi wakil rakyat untuk periode lima tahun ke depan. Meski demikian, Koeswanto mengakui tidak tertarik untuk ikut dalam bursa pencalonan bupati dan wakil bupati di Bumi Sembada.
“Saya mau nyalon [mencalonkan diri], tetapi sayangnya enggak punya tanah yang ketabrak tol karena untuk maju membutuhkan modal yang besar,” kata Koeswanto kepada Harianjogja.com, Rabu (17/4/2024).
Ia juga memastikan tidak akan mendaftar dalam proses penjaringan calon kepala daerah yang diadakan internal partainya. Koeswanto berdalih tidak cocok menjadi eksekutif dan lebih memilih menjadi anggota dewan yang salah satu tugasnya mengawasi ketugasan yang dijalankan oleh kepala daerah. “Saya lebih baik mengawasi saja, dari pada diawasi sebagai eksekutif,” katanya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat, DPC PDI Perjuangan Sleman bakal membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. Ia pun mempersilakan setiap kader yang ingin ikut kontestasi mendaftar dalam penjaringan tersebut.
BACA JUGA: Curah Hujan Naik Dua Kali Lipat, Kota Gurun Dubai Dilanda Banjir Besar
Meski demikian, Koeswanto menegaskan penjaringan hanya untuk mendapatkan kandidat yang bakal diusung. Namun, kepastian siapa yang diusung diserahkan sepenuhnya di tangan ketua umum partai.
“Tugas kami hanya menjaring siapa saja yang berminat dengan mendaftarkan dalam pencalonan. Nantinya, siapa yang ingin berpartisipasi akan dikirimkan ke Pusat dan penentuan akan ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP,” katanya.
Bursa calon kepala daerah di Sleman masih sangat cair. Terlebih lagi hingga sekarang masih ada partai yang masih malu-malu untuk mengumumkan bakal kandidatnya.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan, partainya sudah melakukan komunikasi secara serius dengan PKB untuk berkoalisi dalam Pilkada Sleman.
Meski demikian, pembahasan belum memutuskan siapa bakal calon yang diusung untuk menjadi bupati dan wakil bupati periode lima tahun ke depan. “Masih proses dan belum berani mengungkapkan bakal calon yang diusung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance