Raperda RTRW Gunungkidul Disepakati, Investasi Bakal Lebih Terarah
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Ibadah haji. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 1.113 calon haji asal Sleman akan berangkat ke Tanah Suci di tahun ini. Untuk kelancaran saat ibadah, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama mulai dari dokumen perjalanan hingga masalah Kesehatan Jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman, Sidik Pramono mengatakan persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji sudah memasuki tahap akhir. Pasalnya, seluruh Jemaah sebanyak 1.113 orang telah melunasi biaya perjalanan ibadah.
Di sisi lain, untuk masalah Kesehatan juga sudah dilakukan pengecekan hingga pemberian vaksin yang dibutuhkan selama ibadah berlangsung. Untuk dokumen perjalanan juga tidak ada masalah karena paspor dan visa telah diurus semuanya.
“Saat ini masih dalam persiapan pengkloteran, pembentukan rombongan dan regu. Nanti setalah ada pengkloteran, maka jadwal pasti keberangakatan akan diketahui,” kata Sidik, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga
Calon Jemaah Haji Asal Bantul Dijadwalkan Berangkat ke Tanah Suci Pertengahan Mei 2024
Biaya Perjalanan Telah Dilunasi, 1.133 Jemaah Calon Haji Sleman Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci
Jemaah Calon Haji dari DIY dan Jawa Tengah Mulai Diberangkatkan 12 Mei 2024
Meski masih menunggu jadwal pemberangkatan, tetapi ia memperkirakan calon haji asal Sleman akan diberangkatan di akhir Mei mendatang. “Calon haji asal DIY kemungkinan ikut gelombang kedua. Dengan pemberangkatan mulai pertengahan Mei, kemungkinan untuk Jemaah asal Sleman diberangkatkan tanggal 23 Mei ke atas,” katanya.
Selain mengurus dokumen pejalanan, pada saat persiapan juga dilakukan bimbingan teknis kepada calon yang akan diberangkatkan. Untuk kelancaran, juga dilaksanakan kegiatan manasik di tingkat kapanewon sebanyak enam kali dan kabupaten sekali.
“Nanti saat persiapan final akan satu kali lagi manasik haji tingkat kabupaten,” katanya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah menambahkan untuk manasik tingkat kabupaten yang terakhir akan dilaksanakan pada 20 April 2024. Rencananya kegiatan berlangsung di Masjid Agung Sleman, mulai pukul 07.30 WIB.
“Berbagai persiapan sudah dilakukan. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar pada saat kegiatan ibadah di Tanah Suci hingga kembali pulang ke tanah air,” katanya.
Menurut dia, total biaya ibadah yang dibutuhkan berjumlah Rp94 juta. Namun demikian, tidak semua ditanggung jamaah karena ada subisidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60%.
Hal ini berarti masing-masing jamaah tinggal membayarkan sekitar Rp58 juta. Adapun rinciannya sebesar Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta. “Jadi untuk pelunasan tinggal sekitar Rp31,7 juta setiap calon haji,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Jadwal KA Bandara YIA September 2026 rute Tugu Jogja–YIA PP lengkap dengan tarif tiket reguler, Xpress, dan panduan cara pembelian online
Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo PP September 2026 lengkap dengan harga tiket Rp8.000, panduan beli tiket di Access by KAI, dan cara tap-in gate.
Jadwal KRL Solo-Jogja September 2026 relasi Palur–Tugu Jogja lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.00 WIB hingga perjalanan terakhir malam.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.