Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ibadah haji. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 1.113 calon haji asal Sleman akan berangkat ke Tanah Suci di tahun ini. Untuk kelancaran saat ibadah, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama mulai dari dokumen perjalanan hingga masalah Kesehatan Jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman, Sidik Pramono mengatakan persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji sudah memasuki tahap akhir. Pasalnya, seluruh Jemaah sebanyak 1.113 orang telah melunasi biaya perjalanan ibadah.
Di sisi lain, untuk masalah Kesehatan juga sudah dilakukan pengecekan hingga pemberian vaksin yang dibutuhkan selama ibadah berlangsung. Untuk dokumen perjalanan juga tidak ada masalah karena paspor dan visa telah diurus semuanya.
“Saat ini masih dalam persiapan pengkloteran, pembentukan rombongan dan regu. Nanti setalah ada pengkloteran, maka jadwal pasti keberangakatan akan diketahui,” kata Sidik, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga
Calon Jemaah Haji Asal Bantul Dijadwalkan Berangkat ke Tanah Suci Pertengahan Mei 2024
Biaya Perjalanan Telah Dilunasi, 1.133 Jemaah Calon Haji Sleman Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci
Jemaah Calon Haji dari DIY dan Jawa Tengah Mulai Diberangkatkan 12 Mei 2024
Meski masih menunggu jadwal pemberangkatan, tetapi ia memperkirakan calon haji asal Sleman akan diberangkatan di akhir Mei mendatang. “Calon haji asal DIY kemungkinan ikut gelombang kedua. Dengan pemberangkatan mulai pertengahan Mei, kemungkinan untuk Jemaah asal Sleman diberangkatkan tanggal 23 Mei ke atas,” katanya.
Selain mengurus dokumen pejalanan, pada saat persiapan juga dilakukan bimbingan teknis kepada calon yang akan diberangkatkan. Untuk kelancaran, juga dilaksanakan kegiatan manasik di tingkat kapanewon sebanyak enam kali dan kabupaten sekali.
“Nanti saat persiapan final akan satu kali lagi manasik haji tingkat kabupaten,” katanya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah menambahkan untuk manasik tingkat kabupaten yang terakhir akan dilaksanakan pada 20 April 2024. Rencananya kegiatan berlangsung di Masjid Agung Sleman, mulai pukul 07.30 WIB.
“Berbagai persiapan sudah dilakukan. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar pada saat kegiatan ibadah di Tanah Suci hingga kembali pulang ke tanah air,” katanya.
Menurut dia, total biaya ibadah yang dibutuhkan berjumlah Rp94 juta. Namun demikian, tidak semua ditanggung jamaah karena ada subisidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60%.
Hal ini berarti masing-masing jamaah tinggal membayarkan sekitar Rp58 juta. Adapun rinciannya sebesar Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta. “Jadi untuk pelunasan tinggal sekitar Rp31,7 juta setiap calon haji,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Google memproyeksikan AI generatif berpotensi membuka nilai ekonomi Rp66 triliun per tahun di sektor ekonomi kreatif Indonesia.
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
MLS selidiki Inter Miami soal rekrutmen Casemiro. LA Galaxy klaim discovery rights lebih dulu. Simak aturan unik MLS dan potensi sanksi bagi klub.
Hari Anak Nasional di Kota Jogja menjadi momentum memperkuat pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.
Wisata paralayang Giri Sembung di Kalibawang, Kulonprogo, mulai ramai dikunjungi meski baru beroperasi sebulan. Puluhan wisatawan datang setiap akhir pekan meni