Dana Desa Gunungkidul Turun, Kalurahan Diminta Optimalkan Serapan
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
Ibadah haji. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 1.113 calon haji asal Sleman akan berangkat ke Tanah Suci di tahun ini. Untuk kelancaran saat ibadah, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama mulai dari dokumen perjalanan hingga masalah Kesehatan Jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman, Sidik Pramono mengatakan persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji sudah memasuki tahap akhir. Pasalnya, seluruh Jemaah sebanyak 1.113 orang telah melunasi biaya perjalanan ibadah.
Di sisi lain, untuk masalah Kesehatan juga sudah dilakukan pengecekan hingga pemberian vaksin yang dibutuhkan selama ibadah berlangsung. Untuk dokumen perjalanan juga tidak ada masalah karena paspor dan visa telah diurus semuanya.
“Saat ini masih dalam persiapan pengkloteran, pembentukan rombongan dan regu. Nanti setalah ada pengkloteran, maka jadwal pasti keberangakatan akan diketahui,” kata Sidik, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga
Calon Jemaah Haji Asal Bantul Dijadwalkan Berangkat ke Tanah Suci Pertengahan Mei 2024
Biaya Perjalanan Telah Dilunasi, 1.133 Jemaah Calon Haji Sleman Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci
Jemaah Calon Haji dari DIY dan Jawa Tengah Mulai Diberangkatkan 12 Mei 2024
Meski masih menunggu jadwal pemberangkatan, tetapi ia memperkirakan calon haji asal Sleman akan diberangkatan di akhir Mei mendatang. “Calon haji asal DIY kemungkinan ikut gelombang kedua. Dengan pemberangkatan mulai pertengahan Mei, kemungkinan untuk Jemaah asal Sleman diberangkatkan tanggal 23 Mei ke atas,” katanya.
Selain mengurus dokumen pejalanan, pada saat persiapan juga dilakukan bimbingan teknis kepada calon yang akan diberangkatkan. Untuk kelancaran, juga dilaksanakan kegiatan manasik di tingkat kapanewon sebanyak enam kali dan kabupaten sekali.
“Nanti saat persiapan final akan satu kali lagi manasik haji tingkat kabupaten,” katanya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah menambahkan untuk manasik tingkat kabupaten yang terakhir akan dilaksanakan pada 20 April 2024. Rencananya kegiatan berlangsung di Masjid Agung Sleman, mulai pukul 07.30 WIB.
“Berbagai persiapan sudah dilakukan. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar pada saat kegiatan ibadah di Tanah Suci hingga kembali pulang ke tanah air,” katanya.
Menurut dia, total biaya ibadah yang dibutuhkan berjumlah Rp94 juta. Namun demikian, tidak semua ditanggung jamaah karena ada subisidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60%.
Hal ini berarti masing-masing jamaah tinggal membayarkan sekitar Rp58 juta. Adapun rinciannya sebesar Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta. “Jadi untuk pelunasan tinggal sekitar Rp31,7 juta setiap calon haji,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil September 2026 dengan 4.840 unit. Simak daftar 20 mobil terlaris di Indonesia.
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.