Terjangkit Leptospirosis, 7 Warga Gunungkidul Meninggal Dunia
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Ibadah haji. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 1.113 calon haji asal Sleman akan berangkat ke Tanah Suci di tahun ini. Untuk kelancaran saat ibadah, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama mulai dari dokumen perjalanan hingga masalah Kesehatan Jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman, Sidik Pramono mengatakan persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji sudah memasuki tahap akhir. Pasalnya, seluruh Jemaah sebanyak 1.113 orang telah melunasi biaya perjalanan ibadah.
Di sisi lain, untuk masalah Kesehatan juga sudah dilakukan pengecekan hingga pemberian vaksin yang dibutuhkan selama ibadah berlangsung. Untuk dokumen perjalanan juga tidak ada masalah karena paspor dan visa telah diurus semuanya.
“Saat ini masih dalam persiapan pengkloteran, pembentukan rombongan dan regu. Nanti setalah ada pengkloteran, maka jadwal pasti keberangakatan akan diketahui,” kata Sidik, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga
Calon Jemaah Haji Asal Bantul Dijadwalkan Berangkat ke Tanah Suci Pertengahan Mei 2024
Biaya Perjalanan Telah Dilunasi, 1.133 Jemaah Calon Haji Sleman Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci
Jemaah Calon Haji dari DIY dan Jawa Tengah Mulai Diberangkatkan 12 Mei 2024
Meski masih menunggu jadwal pemberangkatan, tetapi ia memperkirakan calon haji asal Sleman akan diberangkatan di akhir Mei mendatang. “Calon haji asal DIY kemungkinan ikut gelombang kedua. Dengan pemberangkatan mulai pertengahan Mei, kemungkinan untuk Jemaah asal Sleman diberangkatkan tanggal 23 Mei ke atas,” katanya.
Selain mengurus dokumen pejalanan, pada saat persiapan juga dilakukan bimbingan teknis kepada calon yang akan diberangkatkan. Untuk kelancaran, juga dilaksanakan kegiatan manasik di tingkat kapanewon sebanyak enam kali dan kabupaten sekali.
“Nanti saat persiapan final akan satu kali lagi manasik haji tingkat kabupaten,” katanya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah menambahkan untuk manasik tingkat kabupaten yang terakhir akan dilaksanakan pada 20 April 2024. Rencananya kegiatan berlangsung di Masjid Agung Sleman, mulai pukul 07.30 WIB.
“Berbagai persiapan sudah dilakukan. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar pada saat kegiatan ibadah di Tanah Suci hingga kembali pulang ke tanah air,” katanya.
Menurut dia, total biaya ibadah yang dibutuhkan berjumlah Rp94 juta. Namun demikian, tidak semua ditanggung jamaah karena ada subisidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60%.
Hal ini berarti masing-masing jamaah tinggal membayarkan sekitar Rp58 juta. Adapun rinciannya sebesar Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta. “Jadi untuk pelunasan tinggal sekitar Rp31,7 juta setiap calon haji,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Kunjungan wisata Sleman hingga Mei 2026 mencapai 3,06 juta wisatawan. Libur sekolah diproyeksikan memicu perputaran ekonomi Rp1,2 triliun.
DLH Kulonprogo bergerak cepat membersihkan 3 ton sampah pasca event di Alun-alun Wates. Retribusi sampah diperkirakan hampir Rp2,3 juta.
Sebanyak 104 warga Distrik Manggelum mengungsi ke Tanah Merah setelah gangguan keamanan dan dugaan aksi KKB di Boven Digoel.
Jadwal KRL Jogja–Solo Senin 8 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 14 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Kebocoran pipa gas Pertamina EP di Babelan, Bekasi, berhasil ditangani kurang dari 90 menit. Aliran gas dihentikan untuk cegah risiko lanjutan.