UMKM Sleman Terkendala Digitalisasi, Keuangan hingga Keamanan Data
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.
Ilustrasi ekspor impor (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL—Kondisi di Timur Tengah yang semakin mencekam setelah terjadi serangan dari Iran-Israel beberapa waktu lalu tidak berdampak pada aktivitas ekspor produk dari Bantul. Pangsa pasar produk ekspor Bantul yang masih menyasar negara-negara di Eropa menjadi penyebabnya.
Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, Husin Bahri menuturkan sebagian besar produk lokal Bantul diekspor ke negara-negara di Eropa selama 2023.
"Permintaan ekspor Bantul masih cenderung tinggi di Eropa. [Situasi pernah Timur Tengah] tidak terlalu berdampak, relatif stabil permintaannya [ekspor]," ujarnya, Minggu (21/4/2024).
Dia menuturkan pada 2023, negara tujuan ekspor produk lokal Bantul dengan nilai tertinggi berada di Jerman hingga 25 juta USD, Amerika hingga 18 juta USD, dan Belanda hingga 10 juta USD.
Baca Juga
Dampak Perang Iran Vs Israel, Harga Gandum dan Kedelai Terancam Naik
Dampak Serangan Israel ke Iran, Harga Minyak Melonjak
Antisipasi Perang Iran Israel, Program Gas Murah Bakal Dilanjutkan
Sementara volume ekspor produk lokal Bantul paling banyak dipasok ke Amerika Serikat 4 juta kg, Australia 3,5 juta kg, dan Belanda 3,2 juta kg.
Husin menilai dengan menyasar pangsa pasar Eropa, nilai ekspor Bantul pun cenderung meningkat meski tidak signifikan pada tahun 2022-2023.
DKUKMPP Bantul mencatat nilai ekspor Bantul tahun 2023 mencapai 118 juta USD, atau meningkat dibandingkan tahun 2022 yang hanya 116 juta USD.
Dari angka tersebut, komoditas furniture, garmen dan sarung tangan menempati posisi komoditi ekspor dengan nilai tertinggi tahun 2023. "Ekspor furniture tahun 2023 mencapai angka 36 juta USD, garmen mencapai 29 USD, dan sarung tangan mencapai 7,3 juta USD," ujarnya.
Sementara furniture masih menempati komoditi dengan volume ekspor terbanyak tahun 2023. Ekspor furniture mencapai 9,6 juta kg, kemudian disusul gula kelapa 2,8 juta kg, dan kerajinan batu mencapai 2,1 juta kg.
Dia menilai pertumbuhan ekspor tersebut cukup baik. Jumlah eskportir pada 2023 mencapai 120 eksportir dari sebelumnya 115 eksportir pada 2022. "Kemudian untuk jumlah komoditi ekspor pada 2023 mencapai 53 komoditas dari 37 komoditas tahun 2022," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.
Meta memperluas fitur notifikasi keamanan ke Facebook dan Meta AI untuk memberi tahu orang tua jika remaja berulang kali mencari konten menyakiti diri.
Lionel Messi mencetak satu gol dan satu assist saat Inter Miami bangkit mengalahkan New England Revolution 2-1 di MLS.
November 2026 tidak memiliki libur nasional maupun cuti bersama. Simak lima tanggal merah hari Minggu untuk menyusun agenda bulanan.
WhatsApp menghadirkan empat fitur baru untuk grup, mulai dari pin pesan tanpa batas waktu hingga berbagi status dan riwayat chat.
Salah satu usaha yang secara khusus fokus pada bidang perawatan kaca kendaraan adalah Maxo Glass Detailing, yang menangani berbagai permasalahan kaca mobil sesu