Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Suasana pembukaan pendidikan dan pelatihan pemandu wisata yang digelar HPI DIY, Senin (29/4/2024). / Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY menyebutkan Provinsi DIY kekurangan tenaga profesional pemandu wisata untuk melayani wisatawan yang berkunjung ke wilayah setempat. Kurangnya kebutuhan pemandu wisata profesional cukup dirasakan terutama untuk yang berbahasa asing, seperti Mandarin, Arab, dan Rusia.
Kepala Biro Diklat HPI DIY Yovitalia Hamid mengatakan, saat ini baru ada sebanyak 400 orang pemandu wisata bersertifikasi di wilayah DIY. Jumlah itu berkurang drastis setelah cukup banyak pemandu profesional yang pindah domisili ke berbagai daerah. Fenomena itu pun menyulitkan pihaknya untuk melayani wisatawan ketika ada event skala internasional.
"Jumlahnya memang kurang ya di DIY, terutama untuk divisi bahasa asing, misalnya Korea hanya enam orang, Mandarin delapan orang, Rusia kurang dari lima orang, dan Arab cuma tiga orang," katanya, Senin (29/4/2024).
BACA JUGA: Pilkada Kulonprogo, DPC PDIP Terima Pendaftaran Kader Partai Lain
Menurut Yovitalia, beberapa waktu lalu saat penyelenggaraan event robotik di JEC pihaknya juga kesulitan mencari pemandu berbahasa Mandarin. Hal ini menjadi salah satu persoalan yang serius bagi organisasi profesi pemandu wisata. Jangan sampai wisatawan merasa tidak nyaman saat berkunjung ke Jogja lantaran kurang lengkapnya pelayanan.
"Makanya setiap rekrutmen dan pelatihan anggota pemandu wisata baru kami selalu utamakan yang berbahasa asing, agar ketersediaan dan regenerasinya selalu ada," katanya.
Untuk menjawab persoalan itu, HPI DIY pun menggelar pendidikan pelatihan selama 10 hari dengan melibatkan 46 orang. Sebelumnya peserta telah mengikuti rangkaian seleksi resmi mengikuti pelatihan itu. Nantinya peserta akan diajarkan materi soal payung hukum pariwisata DIY dan juga pemahaman soal keistimewaan Jogja.
"Terutama soal Sumbu Filosofi yang baru saja ditetapkan Unesco sebagai warisan budaya dunia. Dalam pelatihan nanti peserta akan kami ajak turun ke lapangan untuk eksplorasi langsung dari Tugu sampai Panggung Krapyak," jelasnya.
BACA JUGA: Gangguan Kesehatan Mental Kerap Dialami Anak Muda, Kebanyakan Masalah Bermula dari Rumah
Ketua Umum HPI Imam Widodo menyebut, secara nasional ada sebanyak 12.000 lebih pemandu wisata profesional dan paling banyak ada di Bali dengan jumlah 6.000 orang. Diakuinya penurunan jumlah pemandu wisata itu disebabkan oleh saat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan tidak adanya aktivitas pelatihan.
"Di sisi lain, pemerintah sekarang lebih menyasar pelatihan pemandu di desa wisata, tapi itu bukan profesi. Jadi pemandu di desa wisata lebih banyak dibandingkan yang profesi," jelasnya.
Imam menyatakan, pendidikan dan pelatihan pemandu wisata ini penting sebagai bentuk regenerasi. Sebab kebanyakan pemandu wisata sekarang sudah berusia di atas 50 tahun. "Kami berharap peserta bisa mengikuti pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh, sehingga standar yang kami tetapkan untuk pelayanan bagi wisatawan itu tercapai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Marcus Rashford resmi berpisah dengan Barcelona setelah masa peminjaman berakhir. Hansi Flick mengaku kehilangan, sementara Blaugrana merekrut Jesse Bisiwu.
Tanah kas desa di Kalurahan Sumberharjo dimanfaatkan menjadi kebun melon premium untuk meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Empat pendaki yang tersesat di Gunung Lokon, Sulawesi Utara, berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan usai operasi pencarian intensif.
Pameran Jejak Warna di GIK UGM menghadirkan 46 karya dari 32 seniman neurodivergen dan mendorong ruang seni yang inklusif.
Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY 2026 yang diikuti 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten dan kota di DIY.