Karst DIY Terancam di Tengah Pesatnya Pembangunan Selatan
DPRD DIY mengingatkan pembangunan di jalur selatan tidak merusak kawasan karst yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan air penting bagi masyarakat.
Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, meminta pemerintah daerah untuk memperkuat basis data terkait dengan masyarakat miskin guna mempercepat penanganan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi di wilayah ini.
Menurutnya, keberadaan database yang akurat akan membuat penyaluran program bantuan menjadi lebih tepat sasaran.
"Ada baiknya juga jalankan sensus atau cacah jiwa, sehingga nama dan alamat mereka yang miskin tercatat. Alokasi anggaran bisa terserap, tepat sasaran, ini butuh kerja keras pemerintah daerah," ujar Eko, Senin (4/8/2025).
Ia menilai, langkah berbasis data akan memudahkan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan. Hal ini diharapkan mampu menekan jumlah penduduk miskin di DIY.
"Sesuai tugas konstitusional, di UUD 1945, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Angka kemiskinan DIY dan kesenjangan pendapatan warga DIY butuh solusi kebijakan yang tepat," kata Eko.
BACA JUGA: Siap-siap bagi Warga Kota Jogja, Sleman dan Wates, Hari Ini Ada Pemadaman Listrik
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, persentase penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat 10,23 persen atau setara 425.820 orang. Garis kemiskinan pada periode tersebut berada di angka Rp626.363 per kapita per bulan, dengan 73 persen berasal dari kebutuhan makanan dan 27 persen dari kebutuhan nonmakanan.
Data BPS juga mencatat, gini rasio di perkotaan pada Maret 2025 mencapai 0,434. Angka ini naik dibanding September 2024 yang sebesar 0,429, namun menurun dari Maret 2024 yang berada di angka 0,440. Sementara itu, gini rasio di perdesaan tercatat 0,334, turun dibanding September 2024 (0,355) dan Maret 2023 (0,349).
Eko menyoroti tingginya tingkat ketimpangan di wilayah perkotaan yang membutuhkan perhatian khusus.
"Kemiskinan dan kesenjangan di kawasan perkotaan butuh perhatian, alokasi APBD juga Danais perlu diarahkan untuk kesejahteraan rakyat, tidak ada kata lain, masih butuh kerja keras tangani kemiskinan dan atasi kesenjangan ekonomi," ungkapnya.
Menurutnya, kebijakan yang tepat sasaran dan terukur menjadi kunci untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia juga mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mengingatkan pembangunan di jalur selatan tidak merusak kawasan karst yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan air penting bagi masyarakat.
Kejaksaan Agung menjadwalkan ulang pemeriksaan Heru Pambudi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi importasi tekstil di Ditjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020.
Program biodiesel B50 diproyeksikan menghemat devisa Rp170 triliun pada 2026, menciptakan 2,1 juta lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Konflik AS dan Iran meluas ke Suriah dan Bahrain. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 11% dalam sepekan di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Radar GCI pertama Indonesia di Banjarbaru mampu mendeteksi objek hingga 515 kilometer dan memperkuat pengawasan ruang udara nasional secara real time.
Ekspor daun cincau kering Jawa Tengah mencapai 403 ton hingga Juni 2026 dan dipasarkan ke Thailand, Malaysia, Tiongkok, serta Kamboja.