Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 1.133 calon haji asal Kabupaten Sleman akan berangkat ke Tanah Suci di tahun ini. Para jemaah terbagi dalam enam kloter dan pemberangkatan dilaksanakan mulai 24 Mei hingga 9 Juni 2024.
Kepala Kemenag Sleman, Sidik Pramono mengatakan untuk persiapan keberangkatan berbagai persiapan terlah dilakukan. Adapun calon haji juga sudah menyelesaikan pembayaran seluruh biaya ibadah selama di Tanah Suci.
Terkait dengan kesehatan jemaah, kata dia, sudah dilakukan pengecekan hingga pemberian vaksin yang dibutuhkan selama ibadah berlangsung. Adapun, dokumen perjalanan juga tidak ada masalah karena paspor dan visa telah diurus semuanya.
Selain itu, pada saat persiapan telah dilakukan bimbingan teknis kepada calon yang akan diberangkatkan. Untuk kelancaran, juga sudah dilaksanakan kegiatan manasik di tingkat kapanewon sebanyak enam kali dan kabupaten sekali.
“Tinggal menunggu pemberangkatan dan mudah-mudahan tidak ada perubahan sehingga keberangkatan sesuai jadwal yang telah diterima,” kata Sidik, Minggu (5/5/2024).
Menurut dia, calon haji asal Sleman berjumlah 1.133 orang. Untuk pemberangkatan dibagi menjadi enam kloter, yakni 48, 50, 53, 54, 81 dan 100.
Rencananya pemberangkatan pertama calon haji Sleman yang masuk kloter 48 dilaksanakan pada 24 Mei 2024. Beriktunya kloter 50 dan 53 diberangkatkan 25 Mei; kloter 54 diberangkatkan 26 Mei; kloter 81 berangkat 2 Juni dan kloter 100 berangkat 9 Juni 2024.
“Pemberangkatan ini mulai dari Sleman. Contohnya kloter 48 berangkat 24 Mei merupakan keberangakatan dari Sleman menuju asrama haji untuk menginap semalam. Adapun pemberangkatan ke Tanah Suci baru 25 Mei dan ini juga berlaku untuk semua kloter,” katanya.
BACA JUGA: Berikut Jadwal Lengkap Keberangkatan Jemaah Haji DIY, Kloter 47 Berangkat 24 Mei
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah mengatakan, seluruh jemaah yang berangkat di tahun ini sudah membayar biaya perjalanan haji.
Dia menjelaskan, total biaya ibadah yang dibutuhkan berjumlah Rp94 juta. Namun demikian, tidak semua ditanggung jamaah karena ada subisidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60%.
Hal ini berarti masing-masing jamaah tinggal membayarkan sekitar Rp58 juta. Adapun rinciannya sebesar Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta. “Jadi untuk pelunasan tinggal sekitar Rp31,7 juta setiap calon haji,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta