Sempat Kabur, Buronan Kasus Penipuan PT Asli RI Ditangkap di Bandara Juanda
Polri menangkap Erick Soedjasa, buronan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam jabatan PT Asli RI, di Bandara Juanda.
Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyebut angka stunting di wilayah ini mengalami penurunan 1,3 persen dari 23,5 persen di tahun 2022 menjadi 22,2 persen di 2023.
Pihaknya bersyukur atas penurunan angka stunting tersebut. "Pemkab telah melakukan banyak hal dalam percepatan penurunan stunting. Salah satunya adalah terwujudnya konvergensi yang nyata di semua jenjang mulai dari kabupaten, kapanewon, kalurahan hingga keluarga," katanya.
Ia mengatakan upaya ini merupakan kolaborasi berbagai mitra dari unsur pemerintah, CSR, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, komunitas masyarakat, tim pendamping keluarga hingga komitmen dari semua sasaran yang meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga baduta dan balita melalui kegiatan yang bersifat spesifik dan sensitif.
Upaya yang dilakukan berdasarkan indikator spesifik (kesehatan) di antaranya seperti pemberian PMT, pemenuhan gizi dan pola asuh lebih sebagai upaya represif dan indikator sensitif (nonkesehatan) sebagai upaya preventif misalnya penyediaan sarana air minum yang layak, penyediaan jamban yang layak, edukasi dan pendampingan sasaran hingga perbaikan rumah tidak layak huni di beberapa lokasi.
"Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat atas partisipasi, kepedulian dan kerjasamanya, sehingga apa yang kita upayakan selama ini dapat terwujud," katanya.
BACA JUGA: Duh! Angka Stunting di Gunungkidul Masih 15%, Ini yang Dilakukan Pemkab
Ke depan, lanjut Sunaryanta, Pemkab Gunungkidul terus berupaya melakukan intervensi agar stunting di Gunungkidul terus terjadi penurunan, sehingga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
"Pemkab Gunungkidul mengupayakan penurunan stunting dengan berbagai kebijakan intervensi kegiatan yang langsung dapat dirasakan dampaknya," katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Gunungkidul Sujarwo mengatakan berdasarkan hasil rilis dokumen Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, stunting yang ada di DIY mengalami kenaikan, namun untuk Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan.
"Data hasil rilis Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul juga mengalami penurunan dari 15,42 persen di 2022 menjadi 15,25 persen di 2023," kata Sujarwo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menangkap Erick Soedjasa, buronan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam jabatan PT Asli RI, di Bandara Juanda.
DPRD DIY menilai ketahanan pangan harus diukur dari kesejahteraan petani, didukung irigasi, alat pertanian, pupuk, dan regenerasi petani.
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Banyumas naik. Cabai rawit merah mencapai Rp75.000 per kg, sementara daging sapi Rp180.000 per kg.
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut mewarnai suasana Alun-Alun Demak.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026