Penagih Utang Aniaya Warga Ponjong Gunungkidul, 3 Tersangka Ditangkap
Kasus penagihan utang di Ponjong Gunungkidul berujung penganiayaan, tiga tersangka diamankan polisi.
Seorang pekerja sendang melintas di proyek pengerjaan tol Jogja Solo Paket 2 seksi 2.2 di Padukuhan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati. Di titik ini merupakan pertemuan antara tol Jogja-Solo dengan Jogja-Bawen. Rabu (15/5/2024) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengerjaan fisik Tol Jogja-Solo untuk Seksi 2 paket 2.2 mencapai 28%. Capaian ini menandakan pertemuan pengerjaan antara tol Jogja-Solo dengan Jogja-Bawen di Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman.
“Memang belum selesai, tapi pengerjaan sudah terhubung antara Solo dengan Jogja dan Bawen. Titik pertemuannya di sini, di Padukuhan Sanggrahan,” kata Humas PT Adhi Karya Pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto kepada wartawan, Rabu (15/5/2024).
Untuk progress pengerjaan juga sudah tembus mulai dari Ringrod Utara Sleman hingga perbatasan dengan pengerjaan tol Jogja-Bawen di Kalurahan Tirtoadi. Meski demikian, ia tidak menampik masih ada lahan yang belum bisa dibebaskan sehingga pengerjaan proyek disesuiakan dengan lokasi.
“Yang belum dibebaskan tidak disentuh sama sekali hingga proses jual beli selesai dilakukan. Termasuk nanti pemindahan makamnya juga sudah ada perencanan yang jelas,” katanya.
Meski demikian, Agung mengakui progress pengerjaan berjalan dengan baik sehingga optimistis di pertengahan 2025 sudah selesai. Pasalnya, dari sisi pembebasan tidak ada masalah karena pemilih bersedia melepas dan proses tinggal menyelesaikan administrasi jual beli.
“Secara prinsip bisa dibebaskan, tapi ada proses yang dilalui. Misalnya ada masih ada sertifikat yang jadi agunan sehingga pembebasan belum bisa dilaksanakan. Ini juga berlaku sama dengan yang berstatus tanah kas desa [TKD],” katanya.
Agung menambahkan, untuk saat ini tengah dikerjakan meliputi pemasangan bore pile, pemasangan box culvert, serta penimbunan dan pemadatan lahan. “Progresnya bagus dan pengerjaan terus dikebut,” katanya.
Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT. Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga mengatakan, belum semua lahan bisa dibebaskan. Namun, permasalahan lebih disebabkan karena masalah administrasi.
“Secara prinsip bisa dibebaskan, tapi butuh proses. Misalnya ada lahan yang merupakan tanah warisan, tapi salah menunjukan sertifikaat, terus ada pemilik meninggal dunia. Selain itu, ada juga menemui masalah karena aset digunakan untuk agunan di bank,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui proses pembebasan terus dilakukan, disamping pengerjaan yang dilakukan secara simultan. “Mudah-mudahan semua pembebasan bisa segera terselesaikan semua sehingga pengerjaan dapat semakin cepat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus penagihan utang di Ponjong Gunungkidul berujung penganiayaan, tiga tersangka diamankan polisi.
MrBeast mencetak sejarah sebagai kreator YouTube pertama yang menembus 500 juta subscriber. Simak perjalanan dan kerajaan bisnis miliaran dolarnya.
Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun. Erling Haaland dan Martin Odegaard siap memimpin tim saat menghadapi Irak di laga perdana Grup I.
Sering mengantuk di siang hari? Kenali 7 penyebab kantuk berlebihan, mulai dari kurang tidur hingga tanda penyakit yang perlu diwaspadai.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Enam wakil Asia belum terkalahkan di Piala Dunia 2026. Korea Selatan dan Australia menang, Jepang hingga Qatar sukses mencuri poin dari lawan kuat.