Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Humas PT Adhi Karya Pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto saat menunjukan perkembangan pembangunan tol yang menghubungkan tiga kalurahan di Sleman. Rabu (15/5/2024) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—PT Adhi Karya Pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 menargetkan pada Juni mendatang mulai mengerjakan poyek di kawasan Ringroad Utara. Total ruas yang akan dikerjakan sepanjang satu kilometer.
Humas PT Adhi Karya Pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto mengatakan, secara total pengerjaan proyek tol yang menghubungkan Kalurahan Tlogoadi, Tirtoadi di Kapanewon Mlati dengan Kalurahan Trihanggo, Gamping mencapai 28%.
BACA JUGA: Kabar Baik, Pengerjaan Proyek Tol Solo-Jogja dan Jogja-Bawen Sudah Tersambung
Capaian ini juga sudah bisa menghubungkan pengerjaan pembangunan antara Jogja-Solo dengan Jogja-Bawen di Padukuhan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati. “Memang belum selesai, tapi pengerjaannya sudah sampai di titik pertemuan kedua tol,” kata Agung kepada wartawan, Rabu (15/5/2024).
Menurut dia, pengerjaan dilakukan secara simultan dan diharapkan proyek sudah selesai di pertengahan 2025. Oleh karenanya, mulai Juni mendatang pembangunan di Kawasan Ringroad Utara akan dimulai.
“Pengerjaannya mulai dari samping kampus UTY ke barat sampai di tikungan dekat Kali Bedog di Padukuhan Nglarang, Tlogoadi. Total Panjang yang dikerjakan ada sekitar satu kilometer,” katanya.
Guna menyukseskan pembangunan ini, Agung mengakui sudah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Sleman, Polda DIY, Dinas Perhubungan DIY maupun Dinas Perhubungan Sleman. Diharapkan adanya koordinasi ini, maka pengerjaan dapat berjalan dengan lancar.
Di sisi lain, sambung dia, arus lalu lintas juga dapat berjalan dengan baik. Upaya rekayasa arus lalu lintas sudah dipersiapkan guna mengurangi risiko terjadinya kepadatan arus kendaraan karena pembangunan berada di tengah jalan raya.
“Tentu akan ada alat-alat berat yang diterjunkan untuk pembangunan. Jadi, upaya koordinasi dilakukan agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT. Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga mengatakan, belum semua lahan bisa dibebaskan. Namun, permasalahan lebih disebabkan karena masalah administrasi.
“Secara prinsip bisa dibebaskan, tapi butuh proses. Misalnya ada lahan yang merupakan tanah warisan, tapi salah menunjukan sertifikaat, terus ada pemilik meninggal dunia. Selain itu, ada juga menemui masalah karena aset digunakan untuk agunan di bank,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui proses pembebasan terus dilakukan, disamping pengerjaan yang dilakukan secara simultan. “Mudah-mudahan semua pembebasan bisa segera terselesaikan semua sehingga pengerjaan dapat semakin cepat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Witan Sulaeman resmi perpanjang kontrak 3 tahun di Persija Jakarta. Siap tampil maksimal di bawah pelatih Shin Tae-yong.
Harga iPhone Juli 2026 di iBox turun, terutama iPhone 16e. Simak daftar lengkap harga terbaru dan seri baru iPhone 17e.
BMKG menyebut Siklon BAVI memengaruhi cuaca DIY. Prakiraan 5-7 Juli cerah berawan, namun gelombang laut selatan berpotensi tinggi.
Event trail run makin marak di Jateng. Muria Trail Run 2026 ditargetkan 500 peserta dan dorong sport tourism serta ekonomi lokal.
Haedar Nashir menegaskan pendidikan bukan alat kekuasaan atau ekonomi. Ia dorong reorientasi kebijakan demi masa depan bangsa.